- iklan atas berita -

 

 

Metro Times (Magelang) Bripka Rochman Panji Satria SH, anggota Bhabinkamtibmas Polsek Bandongan Polres Magelang Kota Polda Jateng, tidak cukup dengan hanya potensi alam saja yang selalu digali dan di explor, namun dirinya juga terus menggenjot pemberdayaan warga binaanya. Salah satu ide kali ini adalah mengajak Muhtasor yang tidak lain berprofesi sebagai Kepala Dusun di Dusun Campursari A untuk ikut serta memperkenalkan produk batiknya di Pasar Kebon Watu Gede, yang berlokasi di perbatasan Desa Gandusari dan Desa Sidorejo. Kini, jadi bertambah lengkap dengan adanya Stan Batik Lokal milik Muhtasor ini, Minggu (18/11).

Muhtasor dalam pagelaran ini tidak datang sendirian, dirinya mengajak beberapa rekan dari Komunitasnya, dan menciptakan beragam batik dan cara membuat batik dari kain biasa menjadi kain bermotif batik yang indah. Pengunjung Pasar Kebon Watu Gede sangat antusias untuk mencoba belajar membatik, apalagi batik ini adalah batik lokal dan mempunyai ciri khas tersendiri.

Bripka Rochman Panji SH sangat berharap dengan adanya event-event seperti ini, baik Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Alam serta produk lokal dapat terangkat dan dikenal di masyarakat luas, dengan dibuktikan banyaknya pengunjung yang datang ke Pasar Kebon Watu Gede ini, karena pengunjung tidak saja warga dari dekat-dekat sini saja, namun juga banyak yang datang m dari luar kota, seperti dari Yogyakarta, Solo, Semarang dan dari berbagai Kota lainya.

ads

Dalam setiap pagelaran di Pasar Kebon Watu Gede ini, Pemuda dan Pemudi serta seluruh warga bergotong royong mengambil setiap bagian tugas masing-masing, sehingga pagelaran Pasar Kebon Watu Gede selalu dapat berjalan lancar, dan tidak luput pembinaan kepada para pemuda untuk selalu mengedepankan pelayanan yang terbaik kepada pengunjung, salah satunya 5S (Senyum Salam Sapa Sopan Santun). Dan ada beberapa pemuda yang bertugas sebagai tukang ojek untuk mengantar pengunjung sampai ke lokasi pasar yang berjarak sekitar 600 meter dari tempat parkir kendaraan, dan hanya dengan ongkos Rp 2000,00 (dua ribu rupiah), pengunjung akan diantar oleh Pemuda setempat dengan sangat ramah tamah.

Muhtasor mengaku sangat senang sekali, karena baru pertama kali ikut pagelaran di Pasar Kebon Watu Gede. Dari pagi sampai siang ini pengunjung yang datang selalu penasaran dengan produk batiknya, alhasil para pengunjung juga ikut mencoba belajar membatik sendiri.

“Alhamdulillah ada pemasukan atau pendapatan untuk hari pertama ini” terang Muhtasor saat di wawancarai.

Bripka Panji juga mengatakan, Pasar Kebon Watu Gede ini dibuka sejak bulan Februari, pasaran dibuka setiap hari Minggu Pahing dan Minggu Legi, serta dikelola oleh para Pemuda setempat. Setiap pagelaran pendapatannya bervariatif, salah satu contoh pendapatan hari ini mencapai Rp 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah) dan hasil tersebut langsung dirasakan oleh para pedagang yang notabene pedagangnya sendiri adalah warga setempat, sedangkan Pemuda sebagai pengelola menyisihkan 12,5 % dari hasil total tersebut, dan dipergunakan untuk kegiatan sosial di dusun.

Pagelaran yang kemarin dilaksanakan pada tanggal 18 Oktober 2018 adalah yang tertinggi, yaitu mendapatkan 93 juta dan rata-rata setiap pagelaran menghasilkan 30 juta s/d 50 juta dalam setiap pagelaran.

“Saya sangat senang dan puas dapat membantu warga. Di sini bukan hanya masalah peningkatan perekonomian saja, namun dengan pembinaan kepada Pemuda dan memotivasi dengan ide-ide yang positif, sehingga sekarang pola pikir mereka dapat berubah untuk kemajuan desanya” jelas Bripka Panji.

Bhabinkamtibmas Panji juga sudah menggandeng beberapa pihak terkait untuk memajukan Desa binaanya, yaitu melakukan koordinasi dengan pihak Desanya, Perum Perhutani dan warga dusun yang mempunyai potensi alam di sekitar tempat tinggalnya.

“Untuk ke depan program yang sudah Saya rencanakan adalah dengan membuat beberapa tempat wisata di wilayah binaan, yaitu tempat-tempat yang belum terjamah dan mempunyai potensi alam yang bagus. Karena itu, semua adalah sebagai pendorong Pemuda setempat untuk berkreasi, dan disitulah moment seorang Bhabinkamtibmas menyampaikan himbauan dan pesan-pesan kamtibmas untuk menjaga keamanan, meningkatkan kerukunan dan persatuan warga. Karena Bhabinkamtibmas menyatu dibarengi dengan berkarya dan harapan yang nyata benar-benar dapat dirasakan hasilnya” tambah Bhabinkamtibmas Panji. (Arif)