- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – Mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) kembali mengukir prestasi di tingkat nasional. Tim yang terdiri atas Ririn Rismayanti, Siti Salmah MR, dan Irru Lailatus Saffa berhasil meraih Juara 1 National Islamic Economic Olympiad dalam rangkaian Gunadarma Sharia Economic Event (GSENT) 2026 yang diselenggarakan oleh KSEI Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma pada 10–11 Juli 2026 di Kampus D Universitas Gunadarma, Depok. Prestasi tersebut ditetapkan pada 11 Juli 2026 setelah tim FEB UNAIR berhasil menyisihkan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Kompetisi ini menjadi salah satu ajang bergengsi di bidang ekonomi syariah yang menguji kemampuan mahasiswa dalam menganalisis persoalan ekonomi, menyusun rekomendasi kebijakan, serta menawarkan solusi inovatif terhadap berbagai tantangan ekonomi nasional maupun global. Mengusung tema “Strengthening the Islamic Economy for Sustainability: Enhancing Inclusion and Competitiveness Amidst Global Economic Challenges,” GSENT 2026 mendorong lahirnya generasi muda yang mampu memperkuat ekosistem ekonomi syariah yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan.

Keberhasilan tim FEB UNAIR diraih melalui proses seleksi yang berlangsung ketat. Kompetisi diawali dengan penyusunan policy brief, dilanjutkan Quiz Team secara daring, kemudian Academic Battle Test yang menguji kompetensi setiap anggota tim secara individual. Berbekal hasil tersebut, tim berhasil menembus 11 besar nasional sebelum akhirnya melaju ke babak semifinal dan final yang diselenggarakan secara luring di Universitas Gunadarma. Pada tahap akhir kompetisi, peserta mempresentasikan solusi atas studi kasus ekonomi syariah sekaligus mempertahankan argumentasi ilmiah di hadapan dewan juri. Dari seluruh peserta, hanya dua tim terbaik yang dinobatkan sebagai pemenang, dan tim FEB UNAIR berhasil meraih posisi tertinggi.

Keunggulan tim FEB UNAIR terletak pada kemampuan menghadirkan solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga aplikatif. Pada babak semifinal, mereka memperkenalkan RAKSA (Risk-Sharing Acceleration & Automated Credit Scoring Architecture), sebuah kerangka kebijakan yang dirancang untuk memperkuat implementasi pembiayaan berbasis bagi hasil melalui pemanfaatan teknologi automated credit scoring. Inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas analisis pembiayaan, meminimalkan risiko, sekaligus memperluas akses pembiayaan produktif bagi masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

ads

Sementara itu, pada babak final tim menawarkan konsep REFORM (Resilient Empowerment Framework for Optimizing Productive Zakat) sebagai jawaban atas studi kasus mengenai resiliensi ekonomi dalam perspektif Islam. Gagasan tersebut mengedepankan optimalisasi zakat produktif melalui integrasi permodalan usaha, pendampingan bisnis, peningkatan literasi keuangan syariah, digitalisasi tata kelola zakat, hingga penguatan kolaborasi antarpemangku kepentingan. Melalui pendekatan tersebut, zakat diposisikan sebagai instrumen pemberdayaan yang mampu meningkatkan kemandirian mustahik sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi umat secara berkelanjutan.

Ketua tim, Ririn Rismayanti, mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut merupakan buah dari proses belajar yang panjang, kerja sama tim, serta semangat untuk melanjutkan tradisi prestasi mahasiswa Ekonomi Islam FEB UNAIR pada kompetisi yang sama tahun sebelumnya. Menurutnya, ajang ini tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga sarana untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menyusun rekomendasi kebijakan berbasis riset, serta mengasah kemampuan komunikasi ilmiah dalam menyampaikan solusi atas berbagai persoalan ekonomi syariah.

Lebih jauh, Ririn berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah Indonesia. Baginya, prestasi bukan sekadar tentang meraih kemenangan, melainkan menghadirkan gagasan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Prinsip itulah yang terus dipegang tim selama menjalani seluruh proses kompetisi hingga berhasil mengharumkan nama Universitas Airlangga di tingkat nasional.

Keberhasilan ini sekaligus menegaskan komitmen FEB UNAIR dalam mendorong lahirnya lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghasilkan solusi inovatif terhadap berbagai isu strategis. Prestasi tersebut diharapkan semakin memperkuat kontribusi mahasiswa FEB UNAIR dalam pengembangan ekonomi syariah yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun global.

Lebih dari sekadar capaian prestasi, gagasan yang dihasilkan tim FEB UNAIR mencerminkan kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Inovasi RAKSA dan REFORM menawarkan solusi yang berorientasi pada penguatan inklusi keuangan syariah, pemberdayaan UMKM, serta optimalisasi zakat produktif sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat. Gagasan tersebut sejalan dengan SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui perluasan akses pembiayaan produktif dan penguatan sektor usaha, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi dalam sistem pembiayaan syariah, SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui peningkatan akses keuangan yang lebih inklusif, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang berkelanjutan.

(nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!