
MetroTimes (Jember) – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur mempercepat langkah hukum terkait dugaan korupsi tata kelola Alokasi Dana Desa (ADD) dan dana Corporate Social Responsibility (CSR) di lima desa di Kecamatan Puger, Kabupaten Jember.
Kelima desa tersebut meliputi Desa Lohjejer, Puger Wetan, Wonosari, Grenden, dan Kasiyan Timur. Dugaan penyimpangan ini mencuat setelah tim Litbang dan investigasi MAKI Jatim menindaklanjuti laporan warga yang disampaikan oleh Ustad Muhammad Suja’i, warga Kasiyan Timur.
Ketua MAKI Jatim, Heru, menegaskan bahwa pihaknya telah mengantongi sejumlah data dan bukti awal yang dinilai cukup untuk ditindaklanjuti ke ranah hukum. Temuan tersebut mencakup dugaan penyimpangan dalam pengelolaan ADD serta distribusi dana CSR dari PT Imasco Asiatic.
“Data yang kami terima dari masyarakat telah kami dalami melalui proses pengumpulan bahan keterangan (pulbaket). Indikasinya kuat dan akan segera kami laporkan ke aparat penegak hukum,” tegasnya dalam konsolidasi akbar warga di Sadengan, Kasiyan Timur, Minggu (26/4).
MAKI Jatim menyatakan telah melakukan komunikasi awal dengan aparat penegak hukum, termasuk Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim dan Asisten Pidana Khusus Kejati Jatim. Penyusunan berkas laporan dijadwalkan dimulai Senin (27/4), dengan target pelaporan resmi pada Selasa (28/4).
Koordinator Bidang Hukum MAKI Jatim, Achmad Khusairi, akan memimpin langsung proses pelaporan bersama tim hukum organisasi.
Dalam kesempatan yang sama, MAKI Jatim juga menyoroti sikap sejumlah kepala desa yang dinilai tidak kooperatif. Heru menegaskan bahwa proses hukum harus menjadi jalan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran publik.
Sementara itu, konsolidasi akbar yang dihadiri ribuan warga Jember Selatan Bersatu turut memperluas tekanan terhadap aktivitas industri di wilayah tersebut. Warga menyepakati untuk membawa persoalan dugaan dampak operasional pabrik semen milik PT Imasco Asiatic ke tingkat nasional.
Perwakilan warga bersama MAKI Jatim berencana bertolak ke Jakarta guna menyampaikan aspirasi ke DPR RI, khususnya Komisi XII. Mereka juga membuka opsi untuk menyampaikan langsung tuntutan kepada Prabowo Subianto.
Aksi konsolidasi ditutup dengan komitmen bersama untuk mengawal proses hukum hingga tuntas, seiring meningkatnya tuntutan warga atas transparansi dan keadilan di wilayah Jember selatan.
(nald)





