
MetroTimes (Surabaya) – Momentum libur sekolah tahun 2026 menjadi pematik tingginya mobilisasi masyarakat dalam menggunakan transportasi publik. Tren positif ini tidak hanya terlihat pada keterisian Kereta Api (KA) Jarak Jauh, tetapi juga tercermin dari lonjakan signifikan volume pengguna Commuter Line di Wilayah 8 Surabaya. Moda transportasi berbasis rel ini kian kukuh menjadi pilihan utama masyarakat urban untuk berlibur secara aman, nyaman, dan bebas macet.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat begitu besar sejak memasuki pekan pertama masa liburan sekolah. Berdasarkan data posko yang dihimpun selama periode 22 – 28 Juni 2026, total volume pengguna Commuter Line di Area 8 Surabaya sukses menembus 374.110 orang, dengan rata-rata melayani 53.444 pengguna per hari.
“Jika dibandingkan dengan rata-rata volume pada pekan biasa (sebelum libur sekolah) yang mencatat angka 47.887 pengguna per hari, pergerakan penumpang pada pekan pertama libur sekolah ini mengalami lonjakan sebesar 11,69%,” jelas Karina.
Efisiensi dan Jangkauan Luas Jadi Daya Tarik Utama
Peningkatan volume ini membuktikan bahwa Commuter Line kian diandalkan sebagai ekosistem transportasi liburan yang ramah kantong bagi keluarga. “Selain tarifnya yang sangat terjangkau, masyarakat memilih Commuter Line karena efisiensi waktu yang ditawarkan, di mana perjalanan menjadi lebih efektif karena terbebas dari rantai kemacetan di jalan raya,” tambah Karina.
Untuk mengakomodasi lonjakan tersebut, KAI Commuter Wilayah 8 Surabaya secara konsisten mengoperasikan 50 perjalanan setiap harinya yang menghubungkan kota-kota strategis di Jawa Timur, mulai dari Surabaya, Malang, Blitar, Kertosono, hingga Mojokerto.
Adapun sebaran operasional 50 perjalanan Commuter Line di Area 8 Surabaya meliputi:
1. Commuter Line Jenggala relasi Surabaya Kota-Mojokerto-Sidoarjo: 13 frekuensi perjalanan
2. Commuter Line Arjonegoro relasi Sidoarjo-Bojonegoro: 9 frekuensi perjalanan
3. Commuter Line Dhoho relasi Surabaya Kota-Blitar via Kertosono : 8 frekuensi perjalanan
4. Commuter Line Penataran Surabaya Kota-Blitar via Malang: 8 frekuensi perjalanan
5. Commuter Line Supas relasi Surabaya – Pasuruan/Probolinggo: 8 frekuensi perjalanan
6. Commuter Line Blorasura relasi Surabaya Pasar Turi-Cepu : 4 frekuensi perjalanan
Selama sepekan bergulirnya libur sekolah, Stasiun Surabaya Gubeng mengukuhkan diri sebagai stasiun keberangkatan dan kedatangan dengan volume penumpang tertinggi. Tercatat setiap harinya stasiun ini melayani rata-rata hampir 6.600 pengguna yang naik dan sebanyak 6.900 pengguna yang turun.
Posisi terpadat berikutnya diikuti oleh Stasiun Wonokromo dengan rata-rata per hari 4.500 pengguna naik dan 4.800 pengguna turun. Sementara itu di wilayah jalur selatan, Stasiun Malang mencatat pergerakan yang tidak kalah dinamis dengan rata-rata 4.000 pengguna naik dan 3.900 pengguna turun setiap harinya.
Atas tingginya kepercayaan dan loyalitas yang ditunjukkan oleh masyarakat, manajemen KAI Commuter menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya.
“Capaian pertumbuhan yang terus meningkat ini menjadi pelecut semangat bagi kami. KAI Commuter berkomitmen untuk terus mengoptimalkan standar pelayanan, menjaga keselamatan operasional, serta melahirkan berbagai inovasi baru demi menghadirkan pengalaman bermobilitas yang terbaik bagi seluruh pengguna,” tutup nya.
(nald)




