- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Kapolres Purworejo, AKBP Fahrurozi S.IK., M.M, memanggil stakeholder revitalitalisasi Daerah Irigasi Kedung Putri, untuk meresponse keluhan masyarakat terkait dampak revitalisasi saluran irigasi yang menjadi sumber pengairan bagi orang khususnya petani, Rabu (22/9/2021), di Mapolres Purworejo.

Pemanggilan dilakukan terhadap Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS SO), Dinas Kesehatakan Kabupaten Purworejo, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), BPBD, Dinas Pertanian, Dinas Permukiman, dan institusi lainya melibatkan perwakilan masyarakat dan pelaksana pekerjaan proyek revitalisasi DI Kedung Putri.

“(Acara hari ini dalam rangka,red) merespon keluhan masyarakat terkait kekeringan lahan pertanian, sawah, dan perikanan, dan adanya bau menyengat, dampak dari revitalisasi Kedung Putri,” kata AKBP Fahrurozi.

Kapolres mengatakan, keluhan itu disampaikan masyarakat langsung kepada dirinya. Untuk itu Ia berpendapat, meski revitalisasi Kedung Putri banyak membawa manfaat baik kedepanya, keluhan dari masyarakat perlu mendapat perhatian dan solusi.

ads

“Polres Purworejo memediasi supaya tidak ada pihak yang merasa dirugikan,” ujar AKBP Fahrurozi.

Perwakilan masyarakat, Wiwit, mengatakan pihaknya mengapresiasi langkah Kapolres Purworejo yang telah meresponse keluhan masyarakat. Ia memastikan masyarakat akan menunggu solusi yang telah disepakati bersama.

“Kita akan kawal dalam satu minggu kedepan, sesuai dengan hasil kesepakatan tadi,” katanya.

Sementara itu, pihak BBWS SO, Corri Eriza, ST., MT., menyatakan akan berupaya memberikan jalan keluar terbaik bagi masyarakat, terkait dengan keluhan-keluhan yang timbul akibat revitalisasi DI Kedung Putri, pasalnya irigasi tersebut menjadi sumber pengairan untuk lahan persawahan yang luasanya mencapai lebih dari 4.000 hektare.

Namun demikian, lanjut Corri, revitalisasi DI Kedung Putri di Purworejo, tetap dilanjutkan mengingat pentingnya revitalisasi untuk kepentingan yang lebih baik.

“Penataan atau revitalisasi dilakukan supaya air yang diambil dari kedung putri sampai dengan hilir, selama ini keluhanya air tidak sampai hilir. Sedangkan untuk keluhan dari masyarakat tadi sudah disepakati untuk segera mendapat solusi,” ujarnya. (dnl)