
METROTIMES ( Ambon ) BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah IX bersama BPJS Kesehatan Kantor Cabang Ambon menggelar Media Workshop sebagai wadah kolaborasi dan diskusi bersama insan pers dalam mendukung keberlangsungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Ambon.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana dialogis tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara BPJS Kesehatan dan media massa sebagai mitra strategis dalam menyebarluaskan informasi yang akurat, edukatif, dan konstruktif kepada masyarakat.
Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah IX, Asyraf Mursalina, menyampaikan apresiasi atas kontribusi media yang selama ini aktif mengedukasi masyarakat mengenai berbagai program dan layanan JKN.
Menurut Asyraf, salah satu agenda penting dalam kunjungan kerjanya ke Ambon adalah pertemuan dengan Pemerintah Kota Ambon yang membahas rencana pembangunan rumah sakit milik pemerintah kota.
“Di Kota Ambon saat ini sudah terdapat sejumlah rumah sakit milik Kementerian Kesehatan maupun Pemerintah Provinsi Maluku. Namun belum ada rumah sakit yang dikelola sepenuhnya oleh Pemerintah Kota Ambon. Karena itu, pemerintah kota berencana membangun rumah sakit baru,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, Wali Kota Ambon meminta BPJS Kesehatan untuk turut mendampingi dan mempersiapkan berbagai kebutuhan yang diperlukan, sehingga ketika rumah sakit tersebut mulai beroperasi nantinya, layanan kesehatan yang diberikan dapat langsung terintegrasi dengan sistem penjaminan BPJS Kesehatan.
Selain membahas pembangunan rumah sakit, BPJS Kesehatan juga melaporkan kondisi kepesertaan JKN di Kota Ambon. Meski tingkat keaktifan peserta JKN di Provinsi Maluku telah mencapai sekitar 85 persen, angka keaktifan di Kota Ambon masih berada di bawah 80 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan masih banyak warga yang telah terdaftar sebagai peserta JKN namun status kepesertaannya belum aktif. Penyebabnya beragam, mulai dari tunggakan iuran, perubahan status kepesertaan yang sebelumnya ditanggung pemerintah, hingga belum melakukan aktivasi kembali.
“Menyikapi hal tersebut, Wali Kota Ambon menyatakan komitmennya untuk bersama-sama mencari solusi agar tingkat keaktifan kepesertaan JKN di Kota Ambon terus meningkat dan dapat mencapai target Universal Health Coverage (UHC),” kata Asyraf.
Dalam rangkaian kunjungan kerja yang berlangsung selama dua hari, BPJS Kesehatan juga melakukan pertemuan dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Forum Komunikasi dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Maluku.
Pertemuan tersebut membahas berbagai tantangan pelayanan kesehatan di daerah, terutama terkait kebutuhan sarana dan prasarana kesehatan serta ketersediaan tenaga medis, khususnya dokter spesialis.
Asyraf mengungkapkan bahwa salah satu kendala yang dihadapi pemerintah daerah adalah mempertahankan keberadaan dokter spesialis di fasilitas kesehatan. Tidak jarang dokter yang baru ditempatkan harus kembali mengikuti pendidikan lanjutan sehingga daerah mengalami kesulitan mencari tenaga pengganti.
Untuk itu, BPJS Kesehatan bersama Pemerintah Provinsi Maluku dan BPJS Kesehatan Cabang Ambon sepakat melakukan inventarisasi berbagai persoalan pelayanan kesehatan yang ada di daerah.
“Hasil inventarisasi ini nantinya akan kami sampaikan kepada pemerintah pusat sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan yang lebih sesuai dengan kondisi daerah, khususnya Ambon dan Maluku,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ambon, Indira Asiz Rumalutur, yang baru menjabat, mengajak seluruh insan pers untuk terus membangun kemitraan yang produktif dalam mendukung penyebaran informasi kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa media memiliki peran yang sangat penting dalam menyampaikan informasi yang benar, jelas, dan mudah dipahami masyarakat terkait program-program BPJS Kesehatan.
“Saya memohon dukungan dari rekan-rekan media, mahasiswa, dan seluruh elemen masyarakat. Dalam setiap kemitraan tentu ada dinamika, tetapi dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, saya yakin kita dapat bersama-sama menghadirkan solusi terbaik demi kepentingan masyarakat luas,” ujarnya.
Melalui Media Workshop ini, BPJS Kesehatan berharap sinergi dengan media semakin kuat sehingga berbagai informasi mengenai Program JKN dapat tersampaikan secara luas, akurat, dan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya jaminan kesehatan bagi seluruh warga Indonesia.( Tasya Patty )




