- iklan atas berita -

Metro Times (Magelang) Hiruk pikuk perpolitikan di Indonesia sudah mulai landai, adem dan kondusif. Hal ini ditandai dengan bertemunya kedua Capres yaitu Jokowi dan Prabowo di MRT. Ada yang senang ada yang kecewa. Ada yang membully dan tidak sedikit yang memuji. Apa pun itu, inilah realitas politik bangsa ini yang sedang terjadi.

Terlepas dari isu-isu dan berita nasional yang terus bergulir, Front Aliansi Umat Islam Bersatu (FA UIB) Jateng-DIY yang telah berikrar untuk meneguhkan Ukhuwah Islamiyah dan terus berjuang untuk beramar ma’ruf nahi munkar, menegakkan kebenaran serta keadilan baik di tingkat daerah, wilayah atau pun nasional.

Di daerah, FA UIB Jateng-DIY terus berupaya untuk hadir peduli terhadap permasalahan-permasalahan ummat serta masyarakat. Masalah terakhir yang menjadikan keresahan di masyarakat khususnya Muntilan dan umumnya Magelang adalah begal motor dan “klitih”.

“Alhamdulillah, karena adanya kebersamaan dan kepedulian dari semua komponen masyarakat yang salah satunya adalah segenap Ormas serta Laskar FA UIB bersama aparat TNI dan POLRI, masalah tersebut sekarang sudah mulai kondusif. Semoga untuk selanjutnya wilayah Magelang bebas dari tindakan kejahatan baik begal “klitih” atau yang lainnya,” terang Presidium FA UIB yang sekaligus Panglima FA UIB Jateng-DIY, Anang Imamuddin SP, Rabu (17/07).

Selain permasalahan keamanan tersebut, FA UIB Jateng-DIY masih punya komitmen yang sudah di ikrarkan oleh semua Ormas serta Laskar Islam se Jateng-DIY, ketika acara Syawalan Halal Bi Halal FA UIB di Kecamatan Salam Magelang beberapa waktu yang lalu. Semua Ormas dan Laskar yang hadir akan terus memonitor dan mengawal kasus penistaan agama (penistaan kalimat takbir) dan persekusi aktivis Islam yang dilakukan oleh gerombolan pemabuk yang dipimpin oleh oknum berinisial Yt.

ads

Proses pemeriksaan terus dilakukan oleh Polres Magelang yang menangani kasus tersebut. Saksi-saksi dari pihak pelapor serta terlapor sudah diminta keterangan di Polres Magelang.

“Di HUT Bhayangkara yang ke 73 ini, kami segenap ormas dan laskar Islam FA UIB Jateng-DIY berharap dan meminta untuk POLRI hadir memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat terutama kasus penistaan agama (penistaan kalimat takbir) dan persekusi aktivis segera lengkap berkasnya untuk selanjutnya segera dilimpahkan ke kejaksaan serta Pengadilan Negeri Kabupateb Magelang,” jelas Panglima FA UIB Jateng-DIY.

“Menolak Lupa, kami akan terus berjuang menegakkan kebenaran dan keadilan. Menjadikan hukum sebagai panglima untuk kebenaran dan keadilan tersebut. Apabila kasus ini tidak tuntas serta tidak adil maka akan menjadi pertanda buruk bagi penegakan hukum di Magelang serta di Bumi Nusantara tercinta ini. Terus kepada siapa lagi kami berlindung dan berharap?” Pungkas Panglima FA UIB Jateng-DIY. (Arif)