- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Tim pengelolaan sampah terpadu Kabupaten Purworejo melakukan sosialisasi dan pembentukan bang sampah di Desa Cacaban Kidul, Kecamatan Bener. Hal itu dilakukan untuk mewujudkan Desa Cacaban Kidul sebagai Desa bebas sampah, sekaligus mendukung program pemerintah menuju Adipura dan menyongsong romansa 2020, Sabtu (7/7/18) pagi.

Selain pembentukan Bang sampah, Tim pengelolaan sampah terpadu juga memberikan pelatihan kepada sekitar 30 orang warga Cacaban Kidul yang terdiri dari, Ibu PKK dan Karang taruna. Pelatihan itu meliputi, cara memilah sampah Organik dan Non Organik, untuk sampah Non Organik yang dapat digunakan sebagai produk kerajinan tangan, seperti Botol Plastik bekas minuman, gelas Aqua, Sedotan, kaleng biskuit atau susu, sementara sampah organik dipilah untuk diolah jadi pupuk organik.

Menurut Ndari selaku Koordinator Tim pengelolaan sampah terpadu Purworejo, dirinya mengapresiasi langkah yang diambil Kades Cacaban Kidul yang sudah mengundang Timnya untuk pembentukan bang sampah di Desanya, serta memberikan sosialisasi terhadap warganya mengenai dampak serta manfaat dari sampah, Kami sangat bangga dengan niat baiknya untuk menjadikan Desa Cacaban Kidul sebagai Desa bebas sampah kedepannya.

Dikatakannya, Desa Cacabal Kidul ini diharapkan bisa ditiru oleh desa lainnya yang ada di Kecamatan Bener, atau desa dan Kecamatan lainnya di Purworejo, hal ini merupakan salah satu dukungan terhadap program pemerintah menuju Adipura dan Romansa 2020.

ads

“Hari ini kita bentuk bang sampah di Desa Caban Kidul sekaligus memberikan pelatihan kepada sekitar 30 orang warga baik laki-laki maupun perempuan dari kelompok PKK dan Karang Taruna, pembentukan bang sampah dan pelatihan ini direncanakan akan berlangsung selama 2 hari,” katanya.

Selain Pelatihan, tim pengelolaan terpadu membagikan memberikan tempat sampah dari bagor plasti kepada kelurahan untuk dibagikan kepada masing-masing KK 1 bagor. Dengan adanya bang sampah di Desa Cacaban Kidul ini tentunya akan berdampak pada lokasi wisata Gunung Manggul yang direncanakan dalam waktu dekat akan diresmikan.

Sementara Kades Cacaban Kidul Nurhasim menjelaskan, pihaknya sengaja mengundang tim pengelolaan sampah terpadu Kabupaten Purworejo untuk dilakukan pelatihan kepda warganya sekaligus membentuk bang sampah di Desa Cacaban Kidul. karena pedagang yang ada di pasar Desa Cacaban Kidul selama ini membuang sampah di kali sekitar pasar, berangkat dari hal itu dirinya berkeinginan untuk menjadikan Desa Cacaban Kidul menjadi Desa bebas sampah.

“Pedagang ataupun warga sekitar pasar selalu membuang sampah di kali, tentu hal ini jadi pencemaran lingkungan,  oleh karena itu saya bertekat untuk menjadikan Desa Cacaban Kidul kedepan sebagai Desa bebas dari sampah, dan itu harus dimulai dari sekarang,” ucapnya.

Dikatakan Kades, mengenai sampah ini sudah disampaikan kepada semua warganya agar tidak membuang sampah di sembang tempat untuk menghindari terjadinya banjir, ditambah lagi dengan kehadiran wisata Gunung Manggul tentu sampah itu akan semakin bertambah dengan kehadiran para pengunjung, oleh karena itu, sampah itu harus diatasi mulai sekarang, katanya.

“Harapan saya kepada warga bisa mendukung programnya menjadikan Desa Cacaban Kidul sebagai desa bebas dari sampah, dengan demikian Cacaban Kidul menjadi Desa pertama di Purworejo sebagai Desa bebas sampah, harapnya. (Daniel)