- iklan atas berita -

Metro Times (Semarang) Maksimalkan peran serta dan pengabdian kepada Indonesia, khususnya di bidang budaya seni tari di Jawa Tengah, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Srikandi Pemuda Pancasila (PP) Jateng intens membina 150 orang, yang tergabung dalam Sanggar Puspita Kencana, Bandungan. Upaya itu dilakukan sebagai bentuk tanggungjawab dalam melestarikan budaya.

Ketua DPW Srikandi PP Jateng, Monalisa CF Daniel, mengatakan, Indonesia merupakan negara yang kaya akan tradisi dan budaya. Dikatakannya, dari sabang sampai merauke, tersimpan berbagai macam kesenian, tradisi dan adat yang dapat ditunjukan pada dunia luar. Menurutnya, sudah semestinya anak bangsa merasa bangga akan hal tersebut. Hanya saja, ia merasa miris karena kenyataannya, semua warisan budaya tersebut hampir tidak mempunyai tempat di kalangan remaja.

“Mirisnya, masyarakat Indonesia baru mau mengakui dan tergerak untuk melestarikannya, saat budaya itu diklaim oleh negara lain. Padahal, seharusnya kita malu, karena orang asing saja mau belajar budaya timur,” kata Monalisa, didampingi Official Sanggar Puspita Kencana, Yayak Setiawan, disela-sela perayaan Ulang tahun Ke-8, Sanggar Puspita Kencana, Jumat (15/2/2019).

Monalisa menyampaikan, tindakan membina sanggar Puspita Kencana itu, sebagai bentuk pelestarian budaya Indonesia. Menurutnya, kalau bukan pihaknya sebagai warga negara Indonesia, siapa lagi yang akan melestarikan budaya tersebut. Ia juga berharap, sanggar yang dibinanya bisa segera Go International, sehingga bisa memperkenalkan budaya bangsa Indonesia.

ads

“Kami juga rutin mempromosikan sanggar tersebut, untuk tampil dalam acara resmi maupun acara tidak resmi, baik yang sudah difasilitasi pemerintah maupun tidak,” ujarnya.

Pimpinan Sanggar Puspita Kencana, Bowo Sulaksono, menambahkan, ada 150 anggota yang dibinanya Srikandi PP Jateng dan semuanya beragam ada yang anak-anak hingga dewasa. Ia juga menunjukkan, sudah beberapa kali tampil dibeberapa agenda, seperti perayaan tahun baru 2019 di Griya Persada Bandungan, kemudian perayaan HUT Kabupaten Kendal dan Temanggung yang diselenggarakan di alun-alun, serta hiburan saat kegiatan Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang di Gor Wujil, serta banyak lagi.

“Mimpi kami bisa segera mungkin tampil di acara-acara besar dan internasional, karena kami memang fokus di bidang seni dan budaya,” ujarnya. (jon/dnl)