- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Munculnya bakal calon dari luar daerah memicu Pemilihan Kepala Desa Pilkades Kalitanjung, Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo memicu polemik ditengah masyarakat. Pasalnya, jika hal ini terjadi maka warga Desa setempat akan melakuka baikot terhadap berlangsungnya proses Pilkades.

Dari data yang berhasil dihimpun, hingga saat ini ada 4 bakal calon yang sudah mendaftarkan diri. Dimana tiga orang merupakan warga desa setempat dan satu orang merupakan luar daerah. Kendati demikian, ada rumor yang beredar bahwa masih ada tiga calon yang akan mendaftar akhir pendaftaran, Kamis (29/11) esok sore.

Jika hal ini terjadi maka akan muncul 7 bakal calon yang terdiri dari 3 calon putra Desa dan 4 lainya merupakan warga luar Desa. Padahal jika mengacu dengan Peraturan Bupati Nomor 67 Tahun 2018 tentang Peraturan Pelaksanaan Perda No 12 Tahun 2015 Bab 5 Pasal 17 tentang Pencalonan yaitu, jika bakal calon lebih dari 5 orang maka akan dilakukan seleksi.

“Saya khawatir, jika ada seleksi 3 bakal calon yang merupakan putra desa tidak lolos,” ujar Subandi (60), salah satu warga.

ads

Dikatakannya, hal tersebut akan berdampak kepada rasa kepercayaan masyarakat. Dimana masyarakat diharuskan memilih calon yang bukan berasal dari desanya.

Masa iya kami akan dipaksa memilih calon yang tidak kami kenal, dan pastinya calon tersebut tidak tau karakter, potensi bahkan keseharian warga,” katanya.

Untuk itu dirinya menegaskan, jika hal ini nanti terjadi. Dan putra daerah yang seharusnya menjadi salah satu calon digugurkan dikarenakan tidak lolos seleksi, warga akan membaikot Pilkades tersebut.

“Pokoknya kami sebagai warga tidak mau memilih, jika calonya bukan dari Desa kami sendiri,” tegasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh warga lain Sartono (41). Dirinya menduga ada unsur kesengajaan dari salah satu oknum. Dimana ada upaya menyingkirkan calon yang merupakan putra daerah. Dirinya mengaku, dapat kabar bahwa calon yang diusung dari luar desa tersebut merupakan lulusan sarjana. Sedangkan bakal calon putra daerah hanya lulusan SMP. Sehingga jika dilakukan tes seleksi, putra daerah kemungkinan akan tersingkir.

Pasti ada yang sengaja, biar kami dipimpin bukan dari warga kami sendiri. Kami tidak mempersoalkan sistem seleksinya atau banyaknya calon, asal putra daerah mau ada 10 calonpun tidak masalah,” tegasnya.

Sugianto Ketua panitia pilkades setempat membenarkan perihal rumor tersebut. Kendati demikian, pihaknya akan tetap menggunakan regulasi yang berlaku. Dalam aturan dijelaskan bahwa bakal calon tidak diharuskan dari desa setempat. Dan jika ada calon lebih dari 5, maka terpaksa pihaknya melakukan seleksi.

Mau gimana lagi aturanya seperti itu, dan memang saya dengan ada bakal calon yang dari luar daerah. Untuk saat ini berkas yang masuk sudah ada 4 calon,” katanya.

Salah satu calon yang sudah mendaftar Indar sutrisno saat dikonfirmasi metrotimes mengaku, dirinya akan mengikuti aturan yang ada. Dirinya sebagai calon incumbent yang saat ini maju untuk kedua kalinya berharap, Pilkades tersebut dapat berjalan dengan baik dan tidak terjadi konflik di masyakat.

Iya saya dengar kalau ada bakal calon dari luar daerah. Memang aturanya membolehkan, tapi kalau bisa ya jang ada konflik yang berujung pemboikotan Pilkades,” ujarnya.

Dirinya berharap suara warga masyarakat jangan sampai dipaksakan. Lebih jauh iya menilai, jika dalam proses Pilkades tersebut menggurkan calon dari putra daerah dirnya sangat menyayangkan. Dimana jika hal ini terjadi akan memunculkan polemik baru.

“Saya tidak bisa bayangkan, apa yang nantinya akan terjadi. Jadi saya minta kepada pihak yang berkepentingan mari kita bersama-sama menjaga kerukunan dan perdamaian, jangan sampai momen Pilkades akan memicu konflik dimasyarakat,” ajaknya.

Calon lain yaitu Lilik Saptoro pun mengatakan hal yang sama. Dirinya akan melakukan sesuai denga aturan yang berlaku. Ketika ditanya adanya rumor dan potensi konflik dimasyaratkat dirinya enggan berkomentar.

“Kalau soal itu saya tidak akan komentar, yang jelas saya akan ikut sesuai dengan regulasi yang ada,” ujar Lilik yang merupakan calon dari Desa setempat. (Daniel)