- iklan atas berita -

Metro Times (PURWOREJO)-DPD Partai Golkar Kabupaten Purworejo menggelar Musyawarah Daerah (Musda) XI di Ganecha Convention Hall, Rabu (24/9/2025). Acara berlangsung khidmat dan penuh semangat kekeluargaan dengan dihadiri Ketua DPRD Golkar Jateng Muhammad Saleh, jajaran pengurus, kader, serta perwakilan partai politik lain.

Ketua DPD Partai Golkar Purworejo, Yuli Hastuti, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pengurus, kader, serta partai politik sahabat yang memberikan ucapan selamat atas terselenggaranya Musda tersebut.

Menurutnya, Musda XI memiliki arti strategis sebagai momentum memperkuat soliditas partai sekaligus merumuskan langkah Golkar Purworejo ke depan.

“Dinamika politik nasional maupun daerah berkembang sangat cepat. Karena itu, Golkar harus menjadi partai modern yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujar Yuli Hastuti.

ads

Ia juga memberikan apresiasi atas capaian Golkar pada Pemilu Legislatif 2024, di mana Golkar berhasil meraih 8 kursi dari total 46 kursi DPRD Purworejo. Selain itu, calon kepala daerah yang diusung Golkar pada Pilkada juga berhasil memenangi kontestasi.

“Ini adalah prestasi politik yang harus kita jaga dan kawal sebagai modal berharga untuk melangkah ke depan,” tegas Yuli.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa tantangan politik ke depan tidak ringan. Diperlukan kerja keras, soliditas, serta loyalitas kader untuk memperkuat basis partai. Ia berharap Musda XI dapat melahirkan kepemimpinan yang jelas, solid, dan berkualitas.

“Melalui Musda ini, mari kita satukan hati dan langkah. Ini harus menjadi semangat baru untuk kejayaan Partai Golkar dalam upaya mewujudkan Purworejo yang lebih sejahtera,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah, Muhammad Saleh, dalam sambutannya menegaskan bahwa Golkar akan selalu membuka ruang seluas-luasnya bagi tokoh agama maupun generasi muda yang ingin berkiprah di politik. Ia menyebut, jika di partai lain “antriannya panjang”, maka di Golkar disiapkan “jalan tol” agar kader baru bisa segera berkontribusi memperkuat partai.

Menurutnya, Musda bukan sekadar acara formalitas, melainkan momentum menjaga marwah partai. “Musda Golkar tidak boleh ecek-ecek. Ini standar provinsi. Pengurus di kecamatan hingga desa harus serius mengurus Golkar,” tegasnya.

Ia menambahkan, setiap Musda di tingkat provinsi selalu disertai kegiatan sosial seperti santunan anak yatim-piatu, silaturahmi ke pondok pesantren, serta sowan ke NU dan Muhammadiyah. Hal itu, katanya, menjadi pengingat bahwa Golkar sejak awal lahir sebagai Sekber Golkar dengan semangat kebersamaan nasionalis-religius.

“Banyak tokoh NU yang tidak hanya aktif di PKB, tapi juga di partai lain. Golkar adalah partai terbuka, partai nasionalis religius. Kalau di partai lain antri panjang, di Golkar kita buka jalan tol. Tokoh agama maupun anak muda bisa langsung berperan memperkuat partai, baik di provinsi maupun kabupaten kota,” papar Saleh.

Terkait Musda XI Golkar Purworejo, Saleh juga menekankan pentingnya soliditas menjelang Pemilu 2029. Ia mengingatkan bahwa pengalaman pahit akibat konflik internal harus dihindari. “Kalau ada kompetitor kalah, jangan sampai pindah ke partai lain. Mari bersama guyub menghadapi pemilu, besarkan Golkar, dan wujudkan visi misi Yuli-Dion dalam membangun Purworejo,” tandasnya.

Sementara Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi mengapresiasi pada Musda XI DPD Partai Golkar Purworejo. Dion berharap Musda ini semakin memperkuat soliditas Partai Golkar serta membawa kesuksesan ke depan.

Lanjut Dion, perjalanan partai politik, termasuk Golkar, saat ini tengah menghadapi “tikungan-tikungan tajam” yang menjadi tantangan tersendiri. Tiga tikungan itu, sebutnya, adalah reorganisasi, mendekati Pemilu, dan Pilkada.

“Alhamdulillah, Golkar bisa membuktikan diri sebagai partai yang kompak dan solid. Saya lihat Ibu Yuli Hastuti dan Pak Imam Teguh juga menunjukkan kekompakan yang patut diapresiasi,” kata Dion Agasi.

Menurutnya, kekompakan dua tokoh itu menunjukkan jika Golkar bisa dengan selamat melewati tikungan tajam tersebut .

Dion yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Purworejo, menegaskan bahwa partai politik merupakan mitra strategis pemerintah. Menurutnya, jika peran parpol tidak terjaga, maka stabilitas politik tidak akan terbentuk. Padahal, stabilitas itu menjadi kunci keberhasilan pembangunan.

“Ke depan, kita semua berharap pembangunan di Purworejo bisa berjalan dengan baik, dengan dukungan parpol sebagai pilar demokrasi,” tambahnya.

Ia juga mengapresiasi Partai Golkar yang dinilainya konsisten menjadi wadah penggodokan kader kepemimpinan. Hal tersebut, menurutnya, menjadi aset penting bagi Purworejo.

“Tokoh-tokoh di Purworejo, khususnya di ranah politik, lahir dari partai politik. Dan dengan hadirnya semua parpol dalam Musda ini, itu menjadi indikasi bahwa stabilitas politik di Purworejo dalam kondisi baik,” jelas Dion Agasi.

Ketua Panitia Musda XI Golkar Purworejo, Supriyadi, dalam sambutannya menegaskan Golkar menargetkan bisa mendapatkan 11 Kursi DPRD Purworejo dalam Pemilu mendatang. Dia menyatakan target itu bisa dicapai dengan kerja keras seluruh pengurus dan kader.(dnl)