- iklan atas berita -
Pembukaan Musprov VI PERSINAS ASAD Jatim

MetroTimes (Surabaya) — Pengurus Provinsi (Pengprov) Persinas ASAD Jawa Timur menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-6, sebagai forum strategis konsolidasi organisasi, evaluasi kepengurusan, serta penentuan arah masa depan Persinas ASAD di Jawa Timur.
Ketua Pengprov Persinas ASAD Jatim, Prof. Dr. Dedid Cahya Happyanto, MT, menjelaskan bahwa Musprov VI memiliki tiga agenda utama.

Ketua Pengprov Persinas ASAD Jatim, Prof. Dr. Dedid Cahya Happyanto, MT

“Musprov ke-6 ini memiliki tiga tujuan pokok. Pertama, menilai dan mempertanggungjawabkan kinerja pengurus masa bakti 2021–2026. Kedua, menyusun program kerja untuk periode 2026–2031. Dan yang ketiga, sebagai puncaknya adalah pemilihan Ketua Pengprov serta penyusunan kepengurusan baru masa bakti 2026–2031,” ujarnya.

Ia menegaskan, ketiga agenda tersebut menjadi fondasi penting untuk menjaga kesinambungan organisasi sekaligus memperkuat pembinaan prestasi pesilat di Jawa Timur.

Sementara itu, Ketua Umum PERSINAS ASAD, Marsma TNI (Purn) H. Sukur, M.Si. (Han), menekankan pentingnya penguatan visi organisasi yang bertumpu pada tiga mesin utama.

Ketua Umum PERSINAS ASAD, Marsma TNI (Purn) H. Sukur, M.Si. (Han)

“Persinas ASAD lahir pada tahun 1993. Dalam mengusung visi organisasi, ada tiga mesin yang harus kita perkuat. Pertama adalah organisasi itu sendiri, harus tampil tertib administrasi dan tertata rapi. Tanpa pengelolaan yang baik, pembinaan atlet tidak akan berjalan maksimal,” jelasnya.

ads

Ia menambahkan, pembinaan atlet harus berbasis persaingan sehat agar Persinas ASAD terus melahirkan pesilat berprestasi di level nasional hingga internasional.
Marsma Sukur juga menyoroti keberhasilan Jawa Timur dalam mencetak sumber daya manusia silat, mulai dari atlet hingga perangkat pertandingan.

“Kita patut bersyukur, Jawa Timur memiliki banyak atlet berprestasi dan juga wasit internasional, seperti Pak Wigodo yang baru lulus sebagai wasit internasional. Ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin, termasuk pembinaan pelatih-pelatih silat di daerah,” katanya.

Selain prestasi, ia menekankan pentingnya menjaga nilai tradisi dan budaya pencak silat sebagai warisan bangsa.
“Beladiri tradisi adalah kekayaan lokal yang tidak boleh ditinggalkan. Pencak silat harus terus dikembangkan dengan kearifan lokal dan ditampilkan dalam berbagai event, baik nasional maupun internasional,” tegasnya.

Ia pun berpesan agar seluruh jajaran pengurus senantiasa menjalin koordinasi dengan Dewan Pembina serta menjaga hubungan harmonis antarperguruan.
“Silat jangan hanya keras di arena, tetapi lembut dalam sikap dan persaudaraan,” pesannya.

Dukungan juga datang dari Wakil Ketua KONI Jawa Timur, Ir. Dedi Suhayadi, yang mengapresiasi tata kelola Persinas ASAD Jatim.

“Organisasi ini sangat tertata, dengan periode kepengurusan lima tahunan dan sudah memasuki Musprov ke-6. Ini luar biasa. Bahkan sudah mencakup 38 kabupaten/kota. Perguruan lain seharusnya bisa mencontoh Persinas ASAD,” ujarnya.

Ia berharap Persinas ASAD Jatim mampu terus mencetak prestasi dan memberikan kontribusi nyata bagi olahraga pencak silat Indonesia.

Ketua Umum IPSI Jawa Timur, Ir. Bambang Haryo Soekartono

Senada, Ketua Umum IPSI Jawa Timur, Ir. Bambang Haryo Soekartono, berharap Musprov VI melahirkan program-program yang semakin memperkuat pembinaan prestasi, tidak hanya atlet tetapi juga wasit, juri, dan organisasi.

“Prestasi Persinas ASAD Jatim sudah luar biasa, masuk tiga besar di Jawa Timur, bahkan melahirkan juara dunia seperti Mas Amri. Harapannya ke depan akan muncul Amri-Amri dan atlet-atlet berprestasi lainnya,” ungkapnya.

Deklarasi Damai Perguruan Pencak Silat yang ada di Jawa Timur

Ia juga menekankan pentingnya komitmen damai antarperguruan, baik secara internal maupun eksternal.

“Tidak ada satu pun perguruan yang mengajarkan pesilatnya untuk saling gontok-gontokan. Itu adalah ulah oknum dan bukan ajaran perguruan. Semua perguruan mengajarkan kesantunan, disiplin, serta nilai Pancasila dan UUD 1945,” tegasnya.

Melalui Musprov VI ini, Persinas ASAD Jawa Timur diharapkan semakin solid, berprestasi, serta mampu menjadi teladan dalam menjaga persatuan dan nilai luhur pencak silat sebagai jati diri bangsa.

(nald)