- iklan atas berita -

Metrotimes, Raja Ampat – Merespon pernyataan Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati saat memimpin apel pagi usai libur lebaran bulan lalu, dimana dalam apel tersebut Abdul Faris Umlati (AFU) mengatakan dalam waktu dekat Pemerintah Raja Ampat akan menerima 5.000 PPPK dan CPNS. Diantaranya tenaga kesehatan, tenaga guru dan tenaga teknis.

Melihat Formasi PPPK dan CPNS tahun 2024 di Kabupaten Raja Ampat dengan jumlah yang sangat banyak, Ketua Garda Muda Betkaf (GMB) Raja Ampat, Frans Mambrasar, A. Md.,ST. angkat bicara terkait pernyataan Bupati AFU tersebut.

Ia berharap informasi dapat diteruskan kepada keluarga untuk persiapkan diri ikut tes dengan sistem yang digunakan.

Kata dia, penerimaan secara besar-besaran seperti yang disampaikan AFU di depan ratusan pegawai di lingkup Pemda Raja Ampat tersebut, kemudian dibenarkan oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Nyoman Saribuan.

“Jadi penerimaan untuk formasi CPNS berjumlah 1999 dan PPPK sebanyak 3.438 orang sehingga total keseluruhan berjumlah 5347, seperti dilansir dalam berbagai media di Papua Barat Daya,” kata Frans Mambrasar di Waisai Raja Ampat, Selasa (7/5/2024).

ads

Frans menilai hal itu merupakan kerja keras dan pendekatan langsung dengan Menpan-RB, sehingga Raja Ampat diberikan jatah formasi lebih banyak dari semua kabupaten/kota di Papua Barat Daya.

Gebrakan ini kata Frans merupakan satu kehormatan terhadap Pemerintah Daerah Raja Ampat yang punya kepedulian besar terhadap Generasi di Raja Ampat yang sampai pada saat ini masih mencari pekerjaan khususnya untuk menjadi ASN di daerahnya sendiri.

“Kami mengapresiasi langkah pemerintah yang konsisten dengan jumlah formasi yang sudah di berikan Jakarta untuk Raja Ampat. Kita mensyukuri berkat Tuhan yang sudah diberikan kepada kita, tetapi kita juga berharap bahwa dengan formasi yang besar ini bukan hanya menyenangkan setiap telinga kita namun pada akhirnya hasil berbeda atau berbanding terbalik. Artinya kalau Jumlah 5.347(100%) jika di bagi manjadi 4.278 (80%) dan 1.069 (20%) kita pastikan anak-Anak Raja Ampat sudah bisa kerja semua” kata Frans Mambrasar kepada Metrotimes.News, Selasa 7 Mei 2024

Ketua Organisasi kepemudaan yang menghimpun kaum intelektual muda Betew-Kafdarun (Betkaf) yang mendiami 50 kampung di Kabupaten Raja Ampat tersebut lantas berharap angka 4.278 menjadi milik putra-putri Raja Ampat secara utuh.

“Harapan kita ini menjadi terget pemerintah daerah, 4.278 milik anak-anak Raja Ampat. Kami minta Pemda dalam hal ini BKSDM Raja Ampat bisa menyiapkan Formula yang bisa mengakomodir Formasi ini. 1.067 milik sudara-saudari kita Nusantara dan jangan lagi ganggu kuotanya anak-anak Raja Ampat atau anak pulau di kampung-kampung sana. Kami akui ada beberapa Formasi yang dibutuhkan Daerah dan mungkin itu tidak ada pada kita, sehingga bisa diisi oleh saudara-saudara Nusantara,” tambahnya.

“Selaku Ketua Garda Muda Betkaf, saya minta pak Bupati atau kanda AFU membuktikan kecintaannya terhadap ade-ade atau saudara-saudaranya sendiri yang ada di 117 Kampung, bahwa diujung masa pemerintahan atau kepemimpinannya sebagai Bupati Raja Ampat, sebelum turun dari Jabatan Bupati di periode ke 2 ini, pak Bupati memastikan 4.278 formasi ini untuk dorang yang ada di kampung-kampung,” imbuhnya.

Lanjutnya, agar menjaga dan angka yang disebutkan tersebut terealisasikan, Frans juga berharap Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil lebih cermat dalam memberikan pelayanan terhadap para pencari kerja yang sedang berurusan ke Dukcapil setempat.

“Agar maksud dan harapan ini terealisasi, maka Dukcapil menjadi lebih tau mana orang yang dari Kampung di Raja Ampat dan mana orang yang dari luar Raja Ampat, kalau Dukcapil tidak teliti, maka Formasi yang banyak itu bukan dinikmati oleh anak-anak Raja Ampat. Kita semua sepakat dengan pernyataan Sdr Paul Finsen Mayor, Anggota DPD RI terpilih, bahwa kita urus yang ada dulu jangan kita terima yang baru datang, apalagi datang untuk hanya cari kerja,” demikian Frans Mambrasar. (Endi Mambrasar/hp)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!