MetroTimes (Madiun) — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur menggelar Media Gathering bersama insan media dengan tema “Memperkuat Kemitraan dengan Insan Media untuk Mendorong Literasi dan Inklusi Keuangan di Jawa Timur”. Kegiatan yang berlangsung di Madiun, Jumat (17/10/2025), menjadi ajang sinergi antara OJK dan para jurnalis dalam memperluas pemahaman masyarakat terhadap sektor jasa keuangan.
Kepala OJK Provinsi Jawa Timur, Yunita Linda Sari, menyampaikan bahwa peran OJK tidak hanya sebatas sebagai regulator industri jasa keuangan, tetapi juga sebagai mitra dalam mendorong pemberdayaan ekonomi daerah.
“Tidak dari awal kami hanya melindungi atau mengatur industri keuangan, tapi ada tambahan tugas baru untuk ikut memberdayakan potensi ekonomi di daerah, terutama di Jawa Timur,” ujar Yunita.
“Kami sangat terbuka apabila rekan-rekan media membutuhkan informasi terkait sektor keuangan. Silakan manfaatkan keberadaan kami untuk memperoleh data yang dibutuhkan, selama informasi tersebut bukan termasuk kategori rahasia,” tambahnya.
Yunita menekankan pentingnya kolaborasi antara OJK dan media dalam menciptakan pemberitaan yang edukatif dan konstruktif bagi masyarakat. Menurutnya, kemitraan ini diharapkan mampu menciptakan atmosfer positif yang mendukung pelaksanaan tugas OJK, sekaligus memperkuat stabilitas ekonomi dan sistem keuangan di Jawa Timur.
Selain membahas kemitraan strategis, Yunita juga menyinggung perkembangan koordinasi antara OJK dan kementerian terkait, termasuk Kementerian Keuangan melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Ia memastikan bahwa sinergi antar-lembaga tersebut terus berjalan intensif, terutama dalam hal pendalaman pasar keuangan dan pengawasan sektor jasa keuangan.
“Tidak banyak yang berubah, justru koordinasi semakin intensif. Setiap bulan juga dilakukan rapat rutin KSSK serta press conference untuk menyampaikan hasil evaluasi sektor keuangan,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Yunita juga membagikan contoh kolaborasi OJK dengan berbagai pihak, salah satunya program onboarding data keuangan di Kabupaten Malang yang memanfaatkan teknologi berbasis sistem IRB (Integrated Reporting Base). Program tersebut bekerja sama dengan Kementerian Keuangan dan diharapkan dapat memperkuat tata kelola lembaga keuangan daerah.
Lebih lanjut, Yunita menyoroti efektivitas program literasi keuangan berbasis komunitas seperti Agen Literasi Arek Jatim, yang melibatkan tokoh-tokoh lokal untuk mengedukasi masyarakat.
“Agen literasi seperti Arek Jatim terbukti efektif karena mereka lebih dekat dengan masyarakat. Ketika pesan datang dari orang yang dikenal, kepercayaan publik meningkat,” ungkapnya.
Terkait wacana penyaluran dana sebesar Rp200 triliun dari pemerintah pusat, Yunita menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada koordinasi lebih lanjut mengenai implementasinya.
“Kami masih menunggu arahan pusat terkait mekanisme dan bentuk penyalurannya. Begitu ada kepastian, tentu akan kami informasikan kepada rekan-rekan media,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, OJK Jawa Timur berharap hubungan yang sudah terjalin baik dengan insan media dapat semakin diperkuat, sehingga misi meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat di seluruh wilayah Jawa Timur dapat tercapai secara optimal.
(nald)




