
MetroTimes (Magelang) Pabrik tahu milik bapak Suradi (52) warga Dusun Citran 01/14 Desa Paremono kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang, ludes terbakar si jago merah, Minggu (11/3).
Pabrik tahu yang menjadi satu rumah dengan pemiliknya, letaknya di pemukiman padat penduduk, sekitar pukul 20.30 wib mengalami kebakaran, yang menghabiskan bangunan pabrik.
Api dari luweng tempat untuk memasak tahu menyambar tumpukan grajen (bekas rontokan kayu gergaji) yang berada di sampingnya, sehingga api berkobar menjalar sampai bangunan pabrik, ungkap Solikah (58) karyawan pabrik tersebut, yang saat kejadian berada di dalam bersama Rahayu (40).
Melihat kobaran api, Solikah dan Rahayu keluar minta tolong masyarakat sekitar, yang kebetulan di kampung tersebut baru ada acara tahlilan, pemilik pabrik tahu Suradi juga ikut, jelas Solikah lagi.
Polsek Mungkid Polres Magelang Polda Jateng mendapat telephone dari Kadus Citran, Tolib (43) bahwa terjadi kebakaran, anggota Polsek Mungkid Polres Magelang melalui Pawas Ipda Redi, KaSpkt Aiptu Warsono, Bripka Amron, Kanit Reskrim Ipda Sutrisno, Bripka Akbar SH, Bripka Umar dan Babinkamtibmas Paremono Brigadir Yudi S, mendatangi TKP, dan sambil menghubungi Unit Damkar Kabupaten Magelang.
“Sampai di TKP api masih berkobar, sesaat kemudian Unit Damkar datang, dan berupaya memadamkan api, sekitar pukul 22.30 wib api dapat dipadamkan” tutur Ipda Redi.
“Berdasarkan olah TKP oleh unit Reskrim Polsek Mungkid, sementata disimpulkan kelalaian manusia, karena meletakkan tumpukan grajen dalam karung berdekatan dengan luweng api tempat untuk memasak tahu” papar Ipda Sutrisno.
Luas bangunan pabrik tahu yang terbakar sekitar 6 meter persegi, terbuat dari tembok, yang beratapkan kayu dan seng.
Ipda Sutrisno menjelaskan dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materiil sekitar Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) dan kerusakan peralatan masak tahu.




