
MetroTimes (Magelang) Bertempat di Museum BPK Magelang Pangdam IV Diponegoro Mayjen Tni Wuryanto didampingi Dandim 0705/Magelang Letkol Arm Kumuh Dwi Antono SIP menghadiri acara Haul Kanjeng Pangeran Diponegoro di Musium BPK RI di Kota Magelang, Minggu (26/08).
Acara Haul tersebut juga dihadiri oleh Wali Kota Magelang Ir H Sigit Widyonindito MT beserta forum pimpinan daerah lainnya dan juga dihadiri oleh Bapak Kyai Haji Cholwani Nawawi yang bertindak sebagai penceramah pada acara tersebut. Dalam kesempatan tersebut Walikota Magelang dalam sambutannya sangat mengapresiasi atas tercetusnya kegiatan Haul ini. Dan Walikota Magelang juga menyatakan berterimakasih pada panitia dan semua unsur yang tergabung di dalamnya atas tercetusnya kegiatan ini, karena Pangeran Diponegoro adalah bagian yang tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang Kota Magelang ini. Beliau adalah Tokoh Nasional, pejuang dan juga Ulama. Dan beliau dulu juga pernah tinggal di tempat ini. Kegiatan ini menunjukkan warga Magelang sangat menghargai jasa pahlawan karena di sini bisa kita lihat begitu banyak warga masyarakat Magelang yang hadir di sini untuk ikut berdoa bersama untuk para pejuang bangsa sekaligus mencari ilmu agama dari ceramah yang akan di sampaikan oleh bapak Kyai Cholwani.
“Semoga acara ini akan membawa berkah buat kita semua” terang Walikota Magelang, Sigit Widyonindito.
Dalam sambutannya Pangdam IV Diponegoro mengatakan, Pangeran Diponegoro adalah anak raja yang sempat akan diangkat menjadi Raja Mataram oleh Ayahandanya, Hamengkubuwono III. Namun dengan segala kerendahan hati, Beliau menolak halus permintaan Ayahandanya tersebut dengan alasan bahwa ia lebih bahagia jika dapat hidup sebagai seorang pangeran dan membaur di tengah-tengah masyarakat.
Hal ini jelas menggambarkan bahwa Beliau adalah sosok makhluk sosial yang sama sekali tidak haus akan jabatan, dengan kata lain dapat dikatakan bahwa Beliau memiliki sifat rendah hati dan tidak tamak atau serakah sekaligus berjiwa kerakyatan.
Sifat lain yang bersemayam di dalam pribadi Pangeran Diponegoro adalah sifat rela berkorban demi kepentingan penduduk. Dari Kegiatan ini mari kita ambil nilai keteladanan Beliau, selain itu Kodam di Jawa Tengah juga memakai nama Diponegoro hal ini menunjukkan bahwa TNI yang berada di Jawa Tengah dan DIY ingin selalu meneladani Pangeran Diponegoro, karena segala yang dilakukan Kodam IV Diponegoro adalah untuk mengabdi pada masyarakat Jawa Tengah dan Yogyakarta. Oleh sebab itu mari kita bersama-sama membangun Indonesia seperti yang di cita-citakan oleh Pangeran Diponegoro.
“Mari kita semua yang hadir di sini bisa mencontoh dari keteladanan Pangeran Diponegoro” jelas Pangdam IV Diponegoro.
Selesai sambutan dari Pangdam, acara dilanjutkan tausiyah dari Kyai Haji Cholwani. Dalam acara tersebut telah dihadiri ribuan warga Magelang dan juga dari jamaah Toriqoh Kodoriyyah Wan Naksyabandiyyah dan Toriqoh Kodoriyah ‘Aliyyah. Dalam acara tausiyahnya Kyai Cholwani dengan tema Meneladani Pangeran Diponegoro Beserta Prajuritnya. Para hadirin baik para pejabat dan warga masyarakat begitu antusias mendengarkan ceramah yang di dalamnya berisi tentang sejarah dan juga tuntunan ajaran agama. (Arif)




