- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Tahun politik sudah tiba dan mulai memanas, dimulai dari Pilkades hingga Pileg dan Pilpres tahun 2019. ditahun politik seperti ini terutama di Purworejo demokrasi masyarakat akan pemilihan pemimpin yang akan memimpin lima tahun kedepan. Tentu dalam politik akan ada persaingan antara partai politik maupun antara calon pemimpin.

Menanggapi hal tersebut Komandan Kodim (Dandim) 0708 Purworejo Letkol Inf Muchlis Gasim mengajak masayarakat untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Menurutnya  heterogen ataupun perbedaan adalah sunatulah yang merupakan kehendak yang Mahakuasa.

“Jadi seharusnya bukan menjadi sesuatu yang perlu dipertentangkan,” tegasnya di hadapan ratusan peserta  Forum Komunikasi Dengar Aspirasi atau Critical Voice Point (CVP) bertajuk Wawasan Kebangsaan di Pendopo Kabupaten Purworejo, Senin (05/11) siang.

Dandim mencontohkan, jika yang tersaji di alam raya hanya satu warna tentu tidak akan membentuk sebuah keindahan. Makanya, Partai boleh  berbeda, beda pendapat itu merupakan hak masing-masing. Dan sewajarnya melakukan persaingan dalam rangka memperoleh simpati masyarakat. Namun tidak perlu dipertarungkan dan menjadi alasan untuk memecah belah masyarakat.

“Mari kita bersama-sama tunjukan prestasi dan kemanfaatan yang lebih baik bagi orang lain,” katanya.

ads

Menurutnya, wawasan kebangsaan harus menjadi darah daging masyarakat terlebih bagi elit politik. Karena, Dandim menegaskan segala sesuatu tidak ada yang sempurna, kendati demikian segala sesuatu pasti ada manfaatnya.

“Contohnya, perjuangan tidak berhasil jika masih kedaerahan, maka setelah sumpah pemuda dan bersatu akhirnya merdeka,”.

Lebih jauh Dandim berpesan, khusus dii Purworejo ternyata tidak hanya di tingkat nasional dan daerah, akan tetapi  dari tingkat desa. Dimana sebanyak 343 Desa se-Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Pilkades secara serentak.

“Memang dalam politik hal itu lumrah terjadi, namun jika dilakukan secara tidak sehat maka akan terjadi disintegrasi bangsa bahkan perpecahan. Seperti menyebar berita hoaks atau berita bohong, kan menjadi masalah,” katanya.

Sementara Bupati Purworejo Agus Bastian dalam sambutanya mengungkapakn, terbentuknya Indonesia dikarenakan ada konsensus secara bersama-sama. Yang kemudian menyatukan diri menjadi negara kesatuan yaitu Negara Republik Indonesia. Maka kesepakatan ini harus disepakati bersama, dan dijaga secara komitmen bersama.

“Memang menjaga perbedaan tidak mudah, karena perlu kesadaran bersama dan rasa bebesar hati dari semua pihak,”.

Semangat sumpah pemuda, yaitu mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa dan bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia. Makanya pihaknya berharap dinamika yang terjadi tidak melukai persatuan.

“Saya yakin dengan kepribadian Bagelen, kita mampu memelihara kerukunan dengan baik,” tandas bupati. (Daniel)