- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – Perayaan Paskah Nasional Sinode Gereja Pantekosta Tabernakel (GPT) yang digelar di Hotel Wyndham Surabaya menjadi momentum strategis memperkuat pesan kasih, persatuan, dan toleransi di tengah dinamika global.

Direktur Urusan Agama Kristen Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI, Luksen Jems Mayor, menegaskan bahwa pemerintah menyambut positif penyelenggaraan Paskah Nasional sebagai ruang memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan keimanan.

Ia menekankan, pesan Paskah bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan dorongan nyata untuk menghadirkan kasih dalam kehidupan sosial.

ads

“Paskah memberi spirit agar kita terus mewartakan kasih dan kebenaran Tuhan. Ini penting di tengah dinamika global, agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dan tetap menjaga kerukunan,” tegasnya.

Menurutnya, toleransi di Indonesia bukan konsep baru, melainkan sudah menjadi bagian dari budaya hidup masyarakat. Peran pemerintah, kata dia, adalah memperkuat nilai tersebut melalui regulasi dan dukungan terhadap seluruh umat beragama.

“Tidak ada mayoritas atau minoritas. Semua warga negara memiliki hak yang sama dalam beribadah. Ini yang harus dijaga bersama,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya keseimbangan antara identitas keagamaan dan kebangsaan.

“Seratus persen Indonesia, seratus persen Kristen. Keduanya tidak bertentangan, justru saling menguatkan demi persatuan bangsa,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum GPT Pdt. Jontu M. Dongalemba menegaskan bahwa Paskah harus dimaknai lebih dari sekadar peringatan tahunan.

“Paskah adalah refleksi iman untuk mempersiapkan umat menyongsong kedatangan Tuhan Yesus. Semua pelayanan harus mengarah ke sana, bukan sekadar kepentingan pribadi atau pencapaian duniawi,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa pelayanan gereja harus berorientasi pada keselamatan, bukan pada pengaruh atau kepentingan sesaat.

Ketua Panitia Paskah Nasional, Pdt. Daiman Sinaga, mengungkapkan tingginya antusiasme peserta. Sekitar 400 orang telah terdaftar, dengan tambahan jemaat yang hadir langsung maupun mengikuti secara daring.

Acara yang berlangsung hingga 16 April 2026 ini menghadirkan sejumlah tokoh gereja sebagai pembicara, di antaranya Pdt. Dr. Otniel Firmanyo Osiyo, M.Th., Pdt. Paulus Budiono, Pdt. Dr. Jusak Pundiono, M.Th., Pdt. Dr. Sony G. Budiono, S.S., D.Min., serta pelayanan khusus ibu Ester Budiono.

“Kegiatan ini bisa terlaksana semata karena kasih karunia Tuhan dan dukungan banyak pihak, termasuk gereja-gereja serta para pelayan Tuhan,” ujarnya.

Selain ibadah utama, rangkaian kegiatan juga mencakup seminar, pelayanan kaum wanita, serta pertemuan jemaat dari berbagai daerah di Pulau Jawa.

Paskah Nasional GPT tahun ini menegaskan satu pesan utama: kasih sebagai fondasi kehidupan berbangsa. Di tengah tantangan zaman, gereja didorong tampil sebagai kekuatan moral yang menjaga persatuan Indonesia.

(nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!