- iklan atas berita -

MetroTimes(Jogya)Marten Prayoga adalah sosok pemuda inspiratif kelahiran Kendal, Jawa Tengah, pada 20 Maret 2004. Ia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, putra dari Pasangan Tri Hartomo (Alm.) dan Sri Atmi. Tumbuh di lingkungan keluarga sederhana namun religius, Marten dikenal sebagai pribadi yang santun, disiplin, dan berjiwa mandiri.

Ditempa Karakter di Dunia Pesantren

Sejak usia dini, Marten menghabiskan masa belajarnya di pesantren, tempat yang menanamkan nilai-nilai disiplin, kemandirian, serta keikhlasan. Kehidupan di pesantren menjadi pondasi utama terbentuknya karakter tangguh dan berakhlak yang kini melekat kuat pada dirinya.

Perjalanan spiritual Marten mencapai puncaknya pada 14 Februari 2022, ketika ia berhasil menyelesaikan hafalan 30 Juz Al-Qur’an di bawah bimbingan Ustadz Puji Untoro di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Umar bin Khattab, Purworejo.
Sebagai bentuk pengabdian setelah menyelesaikan hafalannya, Marten melaksanakan kewajiban mengajar di SDIT Khoiru Ummah Purworejo selama satu tahun penuh. Pengalaman itu memperkaya pandangan hidupnya tentang arti pendidikan, tanggung jawab, dan perjuangan.

ads

Langkah ke Dunia Kampus

Melalui jalur UMPTKIN, Marten berhasil diterima di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, salah satu universitas negeri bergengsi di Kota Pelajar. Saat ini, ia tengah menempuh semester 3 di Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI).

Sebagai mahasiswa, Marten dikenal aktif dan energik. Ia tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga terlibat dalam berbagai organisasi kampus dan kegiatan sosial. Di luar itu, ia menyalurkan semangatnya melalui olahraga taekwondo, di mana pada Kejuaraan Antar Fakultas tahun 2024 ia sukses meraih Juara 1 mendapatkan medali Emas kategori Kyorugi Under 58.

Aktif di Media Sosial dan Dunia Pencinta Alam

Selain berkiprah di lingkungan kampus, Marten juga aktif berbagi inspirasi melalui akun Instagram pribadinya, @raden.mas_marten. Di sana, ia kerap membagikan aktivitas sehari-hari, refleksi spiritual, hingga dokumentasi perjalanan mendaki gunung — salah satu hobinya sebagai pencinta alam sejati.
Baginya, alam adalah tempat terbaik untuk merenung, bersyukur, dan menemukan ketenangan setelah kesibukan akademik dan organisasi.

Kandidat Duta Kampus 2025

Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Marten. Ia terpilih sebagai kandidat Duta Kampus UIN Sunan Kalijaga dengan nomor urut 11. Dengan penuh semangat, ia menegaskan bahwa peran duta kampus bukan sekadar simbol gaya, tetapi wadah untuk memberi inspirasi dan dampak positif bagi mahasiswa lain.

“Duta kampus bukan untuk bergaya, tapi untuk memberi contoh dan inspirasi bagi sesama mahasiswa,” ujar Marten dengan senyum rendah hati.

Dalam ajang Grand Final Duta Kampus 2025, Marten mendapat dukungan penuh dari keluarga, terutama Mbah Nom Sri Rahayu dan pamannya, Jati, yang setia mendampinginya dengan doa dan kasih sayang.Pemuda yang Menginspirasi

Dari pesantren hingga kampus, dari mushaf hingga puncak gunung, Marten Prayoga adalah cerminan generasi muda yang seimbang antara spiritualitas, intelektualitas, dan kepedulian sosial.

Dengan semangatnya yang konsisten, ia membuktikan bahwa seorang santri tidak hanya mampu menjaga nilai-nilai agama, tetapi juga berkiprah luas dalam dunia modern.(JQ)