
Metro Times (Semarang) Setiap tahunnya para pengguna media sosial terus meningkat, karena dianggap lebih efektif dan efisien untuk berkomunikasi dan berbagi informasi. Meningkatnya pengguna media sosial banyak orang/kelompok yang memanfaatkannya sebagai alat menebar berita bohong (hoax), ujaran kebencian (hate speech), peredaran narkoba, terorisme, radikalisme dan kegiatan ilegal lain yang menyesatkan.
Supaya tidak dihadapkan pada permasalahan tersebut, insan penerangan harus melek teknologi sesuai kemajuan jaman.
Sebagai insan penerangan harus bisa memanfaatkan media sosial untuk menangkal arus informasi yang negatif dan menyesatkan masyarakat, sehingga persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga. Untuk itu insan penerangan harus bisa menyajikan informasi aktual yang menarik dan variatif, inovatif, inspiratif dan edukatif.
Ha itu disampaikan Kapendam IV/Diponegoro Kolonel Arh Zaenudin, S.H., M.Hum. pada pembekalan menulis dan editing kepada personel penerangan Korem, Kodim dan anggota Rindam, Brigif dan Batalyon yang terkait dalam publikasi pada kegiatan peningkatan fungsi penerangan di Mako Pendam IV/Diponegoro, Kamis (11/4).
“Sebagai insan penerangan harus paham dan bijak dalam menggunakan media sosial, khususnya dalam berbagi informasi yang berasal dari luar satuan,” ujar Kapendam.
Selain itu, dalam memposting informasi baik berupa tulisan, gambar ataupun video juga harus benar-benar informasi yang bermanfaat, bukan informasi yang justru menyesatkan.
Kapendam menegaskan, para peserta benar-benar dapat mengerti dan memahami teknik penulisan berita yang baik, penyajian foto dan video yang menarik sehingga menjadi informasi yang dapat menyejukkan dan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara.
“Jangan sampai institusi dan anggota TNI justru ikut-ikutan mengupload, memposting dan mengshare informasi, foto maupun video yang tidak sesuai dengan fakta atau norma keprajuritan,” tegas Kapendam.
Kapendam berpesan agar para peserta menjadi contoh dan panutan dalam bermedsos. Pedomani aturan dan ketentuan yang disampaikan Pimpinan, baik yang bersifat langsung maupun melalui Surat Telegram (ST) tentang bijak bermedia sosial.
Sementara itu, Mayor Inf Sukamto sebagai salah satu pemateri mengatakan, penerangan TNI AD merupakan sumber dan penyedia informasi yang akan disajikan kepada publik untuk tercapainya tugas yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, para peserta harus memiliki kemampuan dalam menulis sebuah berita dan editing foto dan video/gambar dan suara, sehingga siap dipublikasihkan ke masyarakat melalui media sosial dengan tetap memperhatikan ketentuan penggunaan medsos di lingkungan TNI AD.
“Posting informasi yang penting-penting, bukan yang penting posting, saring sebelum sharing, jangan hanya mengejar popularitas menghiraukan kualitas,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, selain dibekali tentang bijak bermedia sosial, para peserta dibekali tentang teknik menulis berita, mengedit foto dan video untuk keperluan publikasi baik di media cetak, elektronik, online dan media sosial. (dnl)




