- iklan atas berita -

MetroTimes (Surabaya) – Dana Desa tidak hanya berperan sebagai instrumen pembangunan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga memiliki kontribusi dalam menciptakan stabilitas sosial di masyarakat. Temuan tersebut disampaikan dalam Diseminasi Kajian Fiskal Regional (KFR) Provinsi Jawa Timur Triwulan I Tahun 2026 dan Joint Research yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Jawa Timur pada Selasa (30/6/2026) di Ruang 206 FEB UNAIR.

Hasil penelitian bertajuk “Analisis Peran Dana Desa dalam Penurunan Konflik Lokal di Jawa Timur” dipresentasikan oleh Ilmiawan Auwalin, Local Expert Kementerian Keuangan Jawa Timur sekaligus dosen FEB UNAIR. Penelitian tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Diseminasi Kajian Fiskal Regional setelah pemaparan mengenai perkembangan ekonomi dan fiskal Provinsi Jawa Timur Triwulan I Tahun 2026. Melalui penelitian tersebut, implementasi Dana Desa dievaluasi setelah hampir satu dekade pelaksanaannya untuk melihat kontribusinya terhadap penurunan konflik lokal di Jawa Timur.

Dalam pemaparannya, Ilmiawan menjelaskan bahwa penelitian menggunakan pendekatan Difference-in-Differences (DiD) untuk mengukur pengaruh Dana Desa terhadap dinamika konflik lokal di Jawa Timur. Pendekatan tersebut memungkinkan peneliti membandingkan perubahan kondisi antarwilayah sehingga mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai dampak kebijakan pemerintah terhadap kehidupan masyarakat.

Hasil analisis menunjukkan bahwa Dana Desa memiliki pengaruh negatif terhadap probabilitas konflik lokal. Hal ini dapat diartikan bahwa Dana Desa berperan dalam menurunkan potensi konflik lokal di level perdesaan. Peningkatan alokasi dana yang diikuti pembangunan infrastruktur, penguatan aktivitas ekonomi desa, serta meningkatnya akses masyarakat terhadap layanan publik berkontribusi dalam memperkuat kohesi sosial dan mengurangi potensi gesekan di tingkat lokal. Temuan ini memperlihatkan bahwa manfaat Dana Desa tidak hanya tercermin pada indikator ekonomi, tetapi juga pada terciptanya lingkungan sosial yang lebih kondusif.

ads

Meski demikian, penelitian juga menegaskan bahwa efektivitas Dana Desa tetap dipengaruhi oleh kualitas tata kelola pemerintahan desa. Transparansi pengelolaan anggaran, partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan, serta pengawasan yang efektif menjadi faktor penting agar Dana Desa mampu memberikan manfaat yang optimal sekaligus meminimalkan potensi konflik sosial.

Diskusi mengenai hasil penelitian tersebut dipandu oleh Kutfi Jusmintari, S.Sos., M.A.B., Analis Perbendaharaan Negara Ahli Madya Kanwil DJPb Provinsi Jawa Timur. Sebelum pemaparan hasil penelitian, peserta terlebih dahulu memperoleh gambaran mengenai Kajian Fiskal Regional Provinsi Jawa Timur Triwulan I Tahun 2026 yang disampaikan oleh Rabindhra Aldy, S.E., Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil DJPb Provinsi Jawa Timur. Dalam paparannya, Rabindhra menyampaikan bahwa perekonomian Jawa Timur pada Triwulan I Tahun 2026 menunjukkan kinerja yang positif dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,96 persen (year-on-year), tertinggi di Pulau Jawa, didukung oleh sektor industri pengolahan, perdagangan, dan konsumsi rumah tangga. Selain itu, inflasi tetap terjaga dan kontribusi fiskal terus menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Paparan tersebut kemudian dilanjutkan oleh Abdullah, S.E., M.Si., Kepala Seksi PPA II C Kanwil DJPb Provinsi Jawa Timur, yang menyampaikan perkembangan pelaksanaan APBN hingga Mei 2026 sebagai gambaran kondisi fiskal terkini di tingkat nasional maupun regional.

Sebelumnya, kegiatan dibuka melalui welcoming speech oleh Dekan FEB UNAIR, Prof. Dr. Rudi Purwono, S.E., M.SE., yang menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam menghasilkan kajian berbasis bukti untuk mendukung penyusunan kebijakan publik. Senada dengan hal tersebut, Kepala Kanwil DJPb Provinsi Jawa Timur, Saiful Islam, S.E., M.B.A., Ph.D., dalam keynote speech-nya menyampaikan bahwa Kajian Fiskal Regional merupakan media untuk mempertemukan data, analisis, dan perspektif akademik guna menghasilkan rekomendasi kebijakan fiskal yang lebih adaptif terhadap kebutuhan daerah.

Melalui penelitian ini, FEB UNAIR kembali menunjukkan kontribusinya dalam menghasilkan riset yang tidak hanya memperkaya pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan masukan strategis bagi pemerintah. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan fiskal tidak hanya berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi desa, tetapi juga memiliki peran strategis dalam memperkuat kohesi sosial masyarakat. Dengan demikian, hasil kajian ini diharapkan menjadi referensi ilmiah bagi pemerintah dalam menyempurnakan kebijakan Dana Desa agar semakin efektif mendorong pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan ini mencerminkan komitmen FEB Universitas Airlangga dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam menghasilkan pembelajaran berbasis riset serta memperkaya wawasan mahasiswa mengenai kebijakan fiskal. Selain itu, hasil penelitian mengenai dampak Dana Desa terhadap penurunan konflik lokal turut berkontribusi pada SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) dengan menyediakan rekomendasi berbasis bukti untuk memperkuat tata kelola pemerintahan desa, menciptakan pembangunan yang inklusif, serta mendukung terciptanya masyarakat yang lebih damai dan berkeadilan. Sinergi ini menunjukkan peran strategis perguruan tinggi sebagai mitra pemerintah dalam menghasilkan riset yang berdampak nyata bagi perumusan kebijakan publik dan pembangunan berkelanjutan.

(nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!