
MetroTimes (Surabaya) – Sosok inspiratif alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Dr. Etty Melani Harjanti, alumni FK UNAIR angkatan 1973 sekaligus Ketua Yayasan Karya Mulia Surabaya, meraih Piagam Tanda Kehormatan Lencana Jer Basuki Mawa Beya Perak dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur pada 12 Oktober 2025. Dr. Etty yang merupakan putri dari almarhum Prof. Harjono, Sp.OG., dan Sri Rahadjeng, menerima penghargaan tersebut dengan penuh rasa haru dan syukur. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian panjangnya dalam mengembangkan Sekolah Luar Biasa (SLB) Tunarungu Karya Mulia Surabaya, lembaga pendidikan inklusif yang didirikan oleh kedua orang tuanya.
Dalam wawancaranya yang dikutip dari Jawa Pos, Dr. Etty mengungkapkan bahwa jiwa sosial yang dimilikinya merupakan warisan langsung dari kedua orang tuanya. Sejak kecil, ia telah terbiasa terlibat dalam berbagai kegiatan sosial yang dilakukan oleh ibunya.
“Dari kecil saya sudah berada di lingkungan sosial seperti ini, sehingga terbiasa dan tumbuh rasa sayang kepada mereka yang membutuhkan,” tutur Dr. Etty.
Sebagai Ketua Yayasan Pembina Anak-Anak Tunarungu Karya Mulia, Dr. Etty terus melanjutkan pengabdian orang tuanya dengan semangat yang sama. Ia mengakui bahwa mengelola sekolah sosial bukanlah hal yang mudah, apalagi sebagian besar peserta didiknya berasal dari keluarga menengah ke bawah. Namun, semangatnya untuk memberikan kesempatan setara dalam pendidikan tidak pernah padam. Untuk menjawab tantangan tersebut, Dr. Etty membuat sejumlah terobosan dalam sistem pendidikan yang diterapkan di sekolahnya. Ia menyesuaikan kurikulum dengan bakat dan potensi masing-masing anak, serta menyediakan berbagai fasilitas penunjang keterampilan seperti salon, percetakan, mesin jahit, dan komputer.
“Kami siapkan mereka agar siap di dunia kerja. Siswa SMA juga kami fasilitasi program PKL. Pendidikan karakter kami tanamkan sejak dini,” jelasnya.
Menurut Dr. Etty, kebahagiaan terbesar baginya adalah ketika melihat para siswa mampu berkembang dan mandiri. “Masuk TK mereka belum bisa bicara. Ketika akhirnya bisa mengucapkan satu kata saja, itu sudah merupakan prestasi dan kebahagiaan luar biasa bagi orang tua,” ujarnya penuh haru. Kini, banyak alumni dari Yayasan Karya Mulia yang telah bekerja di berbagai sektor, mulai dari hotel, minimarket, hingga perusahaan swasta.
“Saya bahagia ketika mendengar anak-anak diterima bekerja di berbagai tempat. Bahkan ada yang gajinya lebih besar dari gurunya. Alhamdulillah,” ungkapnya bangga.
Selain aktif mengelola sekolah, Dr. Etty juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial bersama Swayanaka, BK3S, serta perkumpulan lansia. Melalui aktivitas tersebut, ia mengaku terus belajar, berbagi, dan menikmati setiap prosesnya.
“Setiap hari selalu ada kegiatan yang bermanfaat. Semua dijalani dengan rasa syukur,” tutupnya.
Dedikasi dan ketulusan Dr. Etty Melani Harjanti menjadi teladan bagi banyak pihak. Sosoknya tidak hanya mencerminkan nilai luhur pengabdian yang diwariskan orang tuanya, tetapi juga semangat Excellence with Morality yang senantiasa dijunjung tinggi oleh Universitas Airlangga.
(nald)





