- iklan atas berita -

 

Metro Times (Magelang) Menengok tragedi sampah 14 tahun yang sudah berlalu, tepatnya tanggal 21 Februari 2005, saat 157 jiwa melayang, dan 2 kampung terhapus dari peta karena tergulung longsoran sampah yang berasal dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwi Gajah, Ceredu, Kota Cimahi. Saat tumpukan sampah di TPA tersebut longsor bak gelombang tsunami atau setidaknya mirip tsunami, sampah anorganik berupa plastik, gabus, kayu, hingga sampai organik menghantam 2 permukiman yaitu Kampung Cilimus dan Kampung Pojok. Permukiman yang penuh kehidupan itu langsung luluh lantak tertimbun sampah meski berjarak 1 km lebih dari puncak tumpukan sampah. Memori tersebut menjadi pelajaran berharga yang harus disikapi dengan baik.

Untuk mengenang tragedi tersebut, maka Pemerintah Indonesia mencanangkan setiap tanggal 21 Februari sebagai hari Peduli Sampah Sampah Nasional (HPSN).

Seperti yang dilakukan oleh jajaran Polres Magelang Polda Jateng, pada pagi ini telah melaksanakan Upacara Bendera dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional, di Terminal Borobudur Kabupaten Magelang. Dan dalam pelaksanaan Upacara tersebut, juga dihadiri oleh Waka Polres Magelang, Ketua Bhayangkari Cabang Magelang beserta pengurus, para Kabag, para Kasat, Kapolsek, Kasubbag, Danramil Borobudur, dan yang lainnya, Jumat (22/2) pukul 08.00 wib.

Upacara dalam memperingati HPSN kali ini mengambil tema ‘Kelola Sampah Untuk Hidup Bersih, Sehat Dan Bernilai’ dan diharapkan dengan pelaksanaan Upacara kali ini, bisa membangun kesadaran bersama, hidup bersih dan sehat melalui pengelolaan sampah, mendorong budaya bersih, sehat dan produktif, serta membangun sinergi upaya pemerintah daerah, masyarakat dan dunia usaha dalam mengelola sampah.

ads

Dalam sambutannya, Kapolres Magelang AKBP Yudianto Adhi Nugroho, S.I.K mengatakan, pada tahun 2008 telah terbit Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah dan aturan pelaksanaannya yang terangkum pada Peraturan Pemerintah Nomor 81 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga. Di Kabupaten Magelang telah inisiatif dan mengambil langkah-langkah inovatif berkembang sangat baik terlebih lagi dari masyarakat pada tingkat grassroot komunitas. Hal ini cukup membanggakan atas kerja konkret sebagai upaya menuju Kabupaten Magelang besih (khususnya), dan menuju Indonesia bersih (umumnya), sehat dan bernilai juga makin berkualitas, sehingga selanjutnya penerapan Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah Dapat Dilakukan Secara Lebih Optimal dan Utuh.

Maka dari itu, lewat Upacara dalam memperingati HPSN ini, Kapolres Magelang berharap pada tahun ini pihaknya semakin kuat dalam bersinergi dengan masyarakat, dunia usaha dan pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, menuju kehidupan yang bernilai produktif dan berbudaya.

“Dengan Memperingati HPSN kali ini, mari kita bersama-sama menjaga kebersihan di Kabupaten Magelang ini, dan bisa di mulai dari pribadi kita masing-masing untuk membuang sampah pada tempatnya. Dan tidak cukup disitu saja, kita semua juga harus peduli dengan lingkungan sekitar, dan alam sekitar. Mari Kita Cinta Kebersihan” jelas Kapolres Magelang, AKBP Yudianto Adhi Nugroho, S.I.K.

Setelah pelaksanaan Upacara Bendera selesai, jajaran Polres Magelang langsung melaksanakan Bakti Sosial atau Karya Bakti bersih-bersih di sekitaran Terminal Borobudur. Di mulai dari menyapu sampai memungut sampah di jalanan. Hal ini sebagai bukti Polres Magelang Cinta Peduli Sampah dan untuk memberikan contoh kepada warga sekitar untuk selalu mencintai kebersihan lingkungan. (Arif)