
Metro Times (Purworejo)-Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Purworejo, Irianto Gunawan memastikan pelaksanaan sekolah 5 hari dalam sepekan bagu SD dan SMP yang didorong tidak akan mengganggu jadwal kegiatan madrasah diniyah atau Madin serta latihan atlet yang hendak mengejar prestasi.
“Beberapa daerah lain seperti di Magelang dan DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) saat ini sudah menerapkan. Lima hari sekolah, anak-anak pulang tidak sampai sore,” ucap Gunawan kepada sejumlah awak media, Minggu (20/7).
Ia mengatakan, penambahan waktu belajar saat sekolah lima hari hanya sekitar 30 menit untuk SD dan 45 menit untuk SMP. Jadwal pulang atau selesai mata pelajaran pada sekolah lima hari tidak jauh dari sekolah enam hari.
“Tidak beda jauh lebih dari 6 hari. Selama ini saat Sabtu itu ada 4 mata pelajaran. Dengan sekolah lima hari, empat mata pelajaran itu bisa dialihkan ke hari Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis,” katanya menjelaskan.
PGRI tidak menutup mata terhadap kegiatan madrasah diniyah, sebab setiap sekolah sudah pasti memiliki visi serta menekankan pentingnya pengetahuan agama dan akhlakul karimah bagi peserta didik.
Menurutnya, dengan sekolah lima hari anak-anak masih memiliki waktu untuk beristirahat. Dalam mendorong wacana ini PGRI tidak sembrono bahkan sudah melakukan kajian secara matang.
Demi memberikan penjelasan secara gamblang dan terbuka, Gunawan mengaku siap jiwa DPRD mempertemukan PGRI dengan semua Ormas termasuk Nahdlatul Ulama (NU) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
“Ya mari, kami siap. Justru dengan begitu akan lebih bagus karena kami bisa memberikan penjelasan secara gamblang. Disisi lain kami bisa mendengar masukan-masukan dari mereka,” ujarnya lagi.
Ia mengemukakan, wacana sekolah lima hari selama sepekan bagi SD dan SMP ini muncul dari para guru. Pasca wacana itu pihaknya segera melakukan kajian, termasuk poling terhadap guru dan masyarakat umum.
“Wacana ini akan terus kami perjuangkan. Selama ini kita perhatikan kedekatan anak dan orang tuanya hanya satu hari. Dengan lima hari sekolah akan tambahan libur satu hari maka kedekatan akan meningkat bahkan saat libur anak-anak bisa bantu kesibukan orang tua saat hari libur Sabtu dan Minggu.
Selanjutnya bagi anak-anak yang tengah merintis prestasi olahraga, mereka bisa memanfaatkan hari Sabtu dan Minggu secara leluasa sabtu ada event benar leluasa.
“Yang pulang paling mungkin saat hari senin karena ada upacara bendera,” imbuhnya.
Gunawan menerangkan, wacana ini sudah didorong ke Pemerintah dari. Dadi Jawabkan yang diperoleh pemerintah daerah akan melakukan kajian mendalam. Beberapa hari lalu Pihkanya sudah memberikan penjelasan dalam forum tatap muka bersama DPRD Purworejo.
Ia menambahkan, awalnya PGRI berharap sekolah lima hari sudah sudah bisa diterapkan pada tahun ajaran baru 2025-2025. Namun karena dinamika yang masih sangat dinamis maka para guru harus bersabar.
“Kami merasa kalau bisa lebih cepat lebih baik, tapi kalau kondisi belum memungkinkan apa boleh buat,” pungkasnya.(tyb)




