
Metro Times (Magelang) Kenakalan pelajar atau remaja sering terjadi dimana saja, tidak terkecuali di Kota Magelang. Pagi ini di Kota Magelang, tepatnya di Jalan Pahlawan depan SMK 45 Kota Magelang, telah terjadi tawuran pelajar atau saling lempar batu antara sekelompok pelajar SMK 45 dan pelajar SMK Yudha Karya Kota Magelang, Selasa (4/12).
Menurut keterangan, kejadian berawal sekitar pukul 08.00 wib ketika rombongan pelajar SMK Yudha Karya sebanyak kurang lebih 68 siswa dengan naik 2 unit kendaraan engkel jurusan Magelang Temanggung yang melewati Jalan Pahlawan depan SMK 45. Pas di depan SMK 45 terjadi saling ejek antara pelajar SMK 45 yang berada di pinggir jalan dengan pelajar SMK Yudha Karya yang berada di dalam engkel tersebut. Sontak puluhan pelajar SMK Yudha Karya terpancing turun dan mengejar pelajar SMK 45 yang lari masuk ke Sekolahnya dengan melempar batu yang berada di sekitar lokasi mengejar sampai di depan pintu gerbang SMK 45. Setelah itu, selanjutnya sekelompok pelajar SMK Yudha Karya kembali ke kendaraan menuju arah jalan A Yani hendak melanjutkan berangkat ke sekolah, namun dari pihak pelajar SMK 45 berusaha mengejar sambil melempar batu dan sampai di Jalan A Yani depan terapi kesehatan Coyang Kota Magelang yang mengenai kendaraan angkot dan sepeda motor yang sedang parkir yang mengakibatkan rusaknya kedua kendaraan tersebut.
Mendengar adanya kabar tawuran, Polsek Magelang Utara Polres Magelang Kota langsung bergerak cepat. Dan para pelajar SMK Yudha Karya berhasil diamankan oleh anggota Polsek Magelang Utara yang selanjutnya diadakan pendataan dan diberikan pengarahan atau pembinaan oleh Kapolsek Magelang Utara AKP I Gede Suarti dan dari pihak Guru SMK Yudha Karya yang hadir.
Selain mengamankan para pelajar, Polsek Magelang Utara juga berhasil mengamankan barang bukti, yang diantaranya adalah beberapa buah batu dan 2 buah gir yang di tali dengan sabuk beladiri.
“Sedangkan untuk kerugian kaca mobil yang pecah sedang di musyawarahkan antara pihak SMK 45 dan SMK Yudha Karya melalui mediasi” terang Kapolsek Magelang Utara.
“Selain diadakan musyawarah untuk biaya ganti rugi kendaraan, Polsek Magelang Utara juga melakukan pendataan para pelajar untuk dilakukan pembinaan” tambah Kapolsek Magelang Utara.
Tidak hanya sampai disitu saja, di depan para Kepala Sekolah di 2 Sekolah tersebut dan pemilik kendaraan, Polsek Magelang Utara juga melakukan Problem Solving atau mediasi dengan dipimpin oleh Kapolsek langsung, dimana cara ini sebagai penyelesaian perkara tawuran pelajar antara SMK Yudya Karya dan SMK 45 Kota Magelang, agar tidak terjadi di kemudian hari.
Dan dari mediasi ini, didapatkan hasil kesepakatan diantara kedua belah pihak dari SMK 45 dan SMK Yudha Karya, yang diantaranya ;
1. Dari kedua belah pihak sekolah apabila terjadi tawuran kembali akan memberikan sanksi akan dikeluarkan dari sekolah.
2. Tiap jam rawan kedatangan dan kepulangan anak-anak sekolah dari pihak Guru akan mengawasi dan ikut mengamankan siswa secara bersama-sama.
3. Dari kedua belah pihak akan mencari solusi dan menemukan akar permasalahannya, sehingga dikemudian hari tidak terjadi permasalahan yang sama.
4. Ganti rugi berupa kerusakan kendaraan yang rusak akan diganti oleh kedua belah pihak.
Kapolsek Magelang Utara mengharap dengan hasil mediasi ini, semoga ke depan tidak akan pernah lagi terjadi tawuran antara pelajar di Kota Magelang, khususnya untuk wilayah Magelang Utara Kota Magelang. (Arif)




