- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Alun-alun Purworejo yang setiap Minggunya digunakan sebagai arena CFD oleh masyarakat, kini dimanfaatkan oleh mahasiswa PGSD UM Purworejo untuk acara science club on CFD sebagai salah satu upaya untuk mengembangkan literasi sains.

Kegiatan yang baru kali pertama dilakukan ini mengundang perhatian dari kalangan orang tua yang datang ke CFD bersama putra putrinya. Science club on CFD yang digelar di bagian selatan alun-alun ini dipadati puluhan anak-anak TK dan SD, Minggu 14 April 2019 pagi.

Hal itu disampaikan Nur Ngazizah, selaku dosen pengampu pada kegiatan tersebut, menurutnya, kegiatan ini merupakan implementasi dari mata kuliah IPA. Pembelajaran IPA yang berbasis Edupreneur selaras dengan visi misi PGSD bertujuan untuk mengembangkan pembelajaran dengan jiwa wirausaha, sehingga diharapkan mahasiswa mampu dan tanggap dalam beradaptasi sesuai dengan perkembangan zaman. Inovasi dan kreativitas akan terus berkembang sehingga pembelajaran akan menarik dan menyenangkan.

Kegiatan tersebut mendapat antusias sangat tinggi dari masyarakat. Dijelaskannya, science club ini merupakan yang partama kali dilakukan oleh mahasiswa semester 4. Rencananya untuk minggu depannya akan dilanjutkan oleh kelas berikutnya. “Tadi ada percobaan tentang gunung meletus, menempel biji bijian, tekanan air, penguapan, media matematika dan lain lain,” jelas Nur Ngazizah, Minggu (14/4) pagi.

ads

Nur Ngazizah berharap dari kegiatan ini, selain sebagai ajang untuk mengilmplementasikan pembelajaran IPA berbasis edupreneur, kegiatan ini juga dapat mengembangkan literasi sains sejak dini di kalangan anak-anak sekolah dasar dan juga sebagai wahana eksistensi prodi PGSD, yang dapat memberikan manfaat untuk masyarakat luas.

Hampir semua mainan dimainkan oleh anak-anak, permainan sains matematika juga sempat mereka mainkan, “Banyak anak-anak yang enggan beranjak dari arena science club, sampai ada yang sempat nangis karena dipaksa pulang oleh ortunya, tapi ahirnya balik lagi,” ujar Nur.

Nur juga menegaskan, harus ada kerjasama yang baik antara anak dan orang tuan dalam pembelajaran. “Dan ini wahana untuk meminimalisir penggunaan gadget pada anak anak usia TK dan SD yang banyak berpengaruh negatif pada perkembangan motorik, sosial maupun intelektual,” tegasnya.

Sementara itu salah satu pengunjung, Ahmad (35), yang datang bersama anaknya mengapresiasi kegiatan tersebut, menurutnya sebagai orang tua, kegiatan ini sangat bagus untuk siswa bermain sambil belajar, “Apa lagi disaat cfd seperti ini, jadi tidak sekedar jalan jalan saja, tapi ada manfaatnya bagi anak-anak,” ujarnya. (dnl)