- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) Puluhan mahasiswa Akademi Kebidanan (Akbid) Bhakti Putra Bangsa Purworejo menjalani Ucap Janji dan Penyematan Lencana Akbid Purworejo Periode 10 di Auditorium kampus setempat, Sabtu (28/7/18).

Prosesi tersebut menandai kesiapan mahasiswa sebelum terjun melaksanakan praktik Keterampilan Dasar Klinik (KDK) di lahan praktik untuk kali pertama.

Ucap janji disaksikan direktur Akbid Nurma Ika Zuliyanti SST MKes, para dosen, dan staf. Hadir perwakilan pihak terkait, antara lain Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Purworejo, para direktur rumah sakit yang menjadi lokasi praktik, dan orang tua atau wali mahasiswa.

Wakil Direktur I Bidang Akademik, Tri Puspa Kusumaningsih SST MKes, dalam laporannya menyampaikan bahwa prosesi ucap janji dan penyematan lencana Akbid Purworejo tahun akademik 2017/2018 diikuti sebanyak 35 mahasiswa semester 2.

Sebelumnya mereka telah melalui serangkaian kegiatan akademik pada semester 1 dan 2. Mereka juga telah mendapatkan pembekalan melalui pendidikan dan latihan keahlian (Diklat skill) selama satu tahun penuh serta dinyatakan lulus ujian KDK.

ads

“Ucap janji dilakukan untuk menjamin profesionalisme mahasiswa dengan meningkatkan kesadaran terhadap tugas, tanggung jawab, etika, hak, dan kewajiban ketika melaksanakan praktik KDK di lahan praktik,” ungkapnya.

Disebutkan, para mahasiswa akan menjalani praktik KDK selama satu bulan ke depan mulai 30 Juli 2018. Sejumlah lahan praktik yang akan ditempati antara lain RSUD dr Soedirman Kebumen, RST Dr Soedjono Magelang, RSJ dr Soeroyo Magelang, dan RSU Rizki Amalia Galur.

Dan lahan praktik lain yang telah bekerja sama dengan Akbid di antaranya RSU Palang Biru Purworejo, RS Panti Waluyo Purworejo, RSIA Kasih Ibu Purworejo, RSIA Permata Purworejo, dan RS Budi Sehat Purworejo,” sebutnya.

Direktur Akbid Nurma Ika menjelaskan, praktik klinik merupakan bagian terpenting dalam keseluruhan proses pembelajaran pendidikan Diploma III Kebidanan dalam rangka tercapainya kompetensi lulusan yang kompeten.

“Melalui praktik inilah mahasiswa dituntut untuk mengembangkan dan memadukan pengetahuan, keterampilan, dan sikap sehingga siap sepenuhnya dalam praktik sebagai bidan yang kompeten dalam kewenangannya,” jelasnya.

Nurma Ika menegaskan bahwa tenaga bidan saat ini harus siap bersaing, baik dengan tenaga bidan alumni Indonesia maupun bidan dari negara lain, khususnya negara Asean seiring dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Untuk itu, mahasiswa harus belajar lebih giat, tidak hanya di bangku kelas tetapi juga di dunia praktik serta selalu update perkembangan ilmu,” tegasnya.

Kegiatan ucap janji dilanjutkan dengan Seminar Kesehatan bertajuk “Baby Message for Brain Intelligence and Optimal Growth” yang diikuti ratusan mahasiswa dari seluruh angkatan.

Seminar menghadirkan pembicara Dr Melyana Nurul Widyawati SSIT MKes CIMI, Ketua Prodi Magister Terapan Kebidanan Pascasarjana Poltekkes Kemenkes Semarang yang juga pendiri Indonesian Holistic Care Assosiation (IHCA). (Daniel)