- iklan atas berita -

 

Metro Times (Purworejo) Romansa Purworejo Expo kembali digelar di kawasan Pendopo Kabupaten Purworejo. Sebanyak 173 stand produk unggulan mejeng pada kegiatan yang akan berlangsung hingga 4 November 2018 mendatang.

Bukan hanya diisi oleh produk-produk unggulan asli Kabupaten Purworejo, Pameran produk unggulan dengan skala nasional ini pun juga diikuti sedikitnya delapan Provinsi dan delapan stand Kementrian di Indonesia.

Pada expo ini pengunjung dapat memborong aneka kebutuhan, baik sandang, pangan, maupun kebutuhan papan. Berbagai produk unggulan kreatif produk lokal dan aneka produk seni budaya juga tersedia melengkapi kemeriahan kegiatan tersebut.

ads

Selama lima hari kedepan, masyarakat juga bakal disuguhi aneka kegiatan pentas seni budaya, festival kuliner, pentas musik, serta beragam kegiatan lomba lainya.

Bupati Purworejo, Agus Bastian dalam sambutaanya mengungkapkan, kegiatan expo merupakan salah satu event yang bukan hanya sebagai wadah menampilkan potensi daerah Purworejo. Melainkan, kegiatan tersebut mampu menjembatani peluang-peluang usaha dan menjadi lokomotif bisnis.

Selain sebagai wadah pengembangan UMKM, kegiatan ini menjadi hiburan bagi masyarakat Purworejo,” ujarnya.

Melalui sederet pementasan seni budaya lokal maupun aneka produk lokal, Bupati berharap agar event Romansa Purworejo Expo 2018 mampu menjadi wahana pelestarian dan pengembangan seni budaya daerah.

Melalui kegiatan ini, para produsen dan konsumen dari dalam maupun luar daerah bahkan luar negeri diharapkan dapat berinteraksi langsung untuk saling bertukar informasi dan melakukan transaksi,” ujarnya.

Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Tengah, Budiyanto saat membacakan sambutan Gubernur menekankan agar para pelaku usaha bisa mengoptimalkan potensi fasilitas yang ada, termasuk kemajuan teknologi untuk memperluas akses pasar melalui jaringan internet. Hal itu mengingat saat ini era digitalisasi yang disebut perdagangan elektorik atau e-commerece.

“sekarang ini semua sudah serba online, kalau produk lokal, termasuk karya UMKM tidak segera masuk dalam jaringan online maka akan tertinggal. Dan untuk para pengunjung, silahkan dilarisi,” ujarnya. (Daniel)