
MetroTimes (Surabaya) – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Silo Raja Indonesia menegaskan komitmennya membangun generasi muda yang unggul melalui program pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, pembentukan karakter, serta perluasan akses beasiswa. Gerakan “Satu Keluarga Satu Sarjana” menjadi salah satu prioritas utama organisasi untuk menyiapkan generasi emas yang mampu berkontribusi bagi bangsa dan negara.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV Silo Raja Indonesia yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 di Hotel Tunjungan, Surabaya. Forum nasional ini menjadi momentum untuk menyusun arah kebijakan, program kerja, dan strategi organisasi selama periode kepengurusan 2025–2029.

Ketua Umum DPP Silo Raja Indonesia, Daslan Malau, menekankan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting untuk membangun masa depan organisasi sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Menurut Daslan, gerakan Satu Keluarga Satu Sarjana tidak sekadar menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan melalui langkah konkret yang dapat membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
“Setiap keluarga minimum harus mempunyai satu sarjana. Kalau bisa dua atau tiga, puji Tuhan. Namun, pada dasarnya setiap keluarga harus mempunyai anak yang mendapatkan pendidikan tinggi,” ujar Daslan.
Ia menjelaskan, Silo Raja Indonesia telah menempatkan bidang pendidikan dan sumber daya manusia sebagai salah satu bidang strategis organisasi. Berbagai program disiapkan, mulai dari bimbingan belajar, pelatihan, pendampingan pemilihan perguruan tinggi, hingga kegiatan belajar sambil berwisata yang dipadukan dengan pendidikan karakter.
Menyiapkan Generasi Emas yang Berkarakter
Daslan mengatakan, pembangunan generasi emas harus dimulai sejak dini dengan memberikan bekal pendidikan sekaligus membentuk karakter anak-anak agar mampu mengambil keputusan secara tepat.
Melalui kegiatan belajar sambil berwisata atau study tour, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman baru, tetapi juga mendapatkan materi pembentukan karakter, wawasan kebangsaan, serta pemahaman mengenai nilai-nilai keluarga dan organisasi.
Pembentukan karakter tersebut diarahkan untuk menumbuhkan kemampuan menentukan pilihan, mengambil keputusan, dan menyusun kebijakan secara bijaksana dalam kehidupan sehari-hari.
“Negara ini harus dibangun dari anak-anak muda. Negara maju bertumpu pada pemudanya. Karena itu, generasi muda harus dipersiapkan agar Indonesia menjadi bangsa yang diperhitungkan pada masa depan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman Indonesia. Semangat kebangsaan yang tercermin dalam Sumpah Pemuda harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya agar perbedaan suku, budaya, dan latar belakang menjadi kekuatan untuk membangun bangsa.
Program generasi emas tersebut, menurut paparan dalam Rakernas, telah dirintis sejak 2017 melalui inisiatif di Dewan Pimpinan Daerah Kepulauan Riau. Pelaksanaannya antara lain menyasar pelajar kelas IX dan kelas XII melalui kegiatan pembelajaran, kunjungan edukatif, serta pembekalan karakter.
Bimbingan Belajar hingga Pendampingan Masuk Perguruan Tinggi
Salah satu perhatian Silo Raja Indonesia adalah membantu pelajar menentukan pilihan pendidikan lanjutan berdasarkan kemampuan akademik, peluang penerimaan, serta kondisi ekonomi keluarga.
Dalam pemaparan Rakernas, pengurus menyoroti masih adanya pelajar yang memilih perguruan tinggi hanya karena mengikuti teman, tanpa mempertimbangkan kemampuan nilai akademik dan peluang masuk. Akibatnya, mereka berisiko tidak diterima di perguruan tinggi tujuan maupun di kampus alternatif yang sebenarnya sesuai dengan kemampuan mereka.
Untuk menjawab persoalan tersebut, organisasi mendorong program bimbingan belajar dan try out bagi pelajar kelas IX hingga kelas XII. Program ini diharapkan membantu siswa mengenali potensi akademik, memahami persaingan masuk perguruan tinggi, dan menentukan pilihan secara lebih terukur.
Silo Raja Indonesia juga menyampaikan adanya kerja sama dengan kalangan akademisi, termasuk Prof. Himsar Ambarita dari Universitas Sumatera Utara (USU), yang dikaitkan dengan dukungan bimbingan belajar melalui program Talenta berbasis Zoom.
Melalui pendampingan tersebut, para pelajar diharapkan dapat memperoleh akses pembelajaran yang lebih luas tanpa harus terkendala jarak geografis.
Beasiswa untuk Anak dari Keluarga Kurang Mampu
Selain meningkatkan kesiapan akademik, Silo Raja Indonesia berupaya membantu anak-anak yang memiliki kemampuan untuk melanjutkan pendidikan, tetapi terkendala biaya.
Daslan menjelaskan, bantuan dapat diajukan melalui jenjang kepengurusan organisasi, mulai dari Dewan Pimpinan Sektor, Dewan Pimpinan Cabang, Dewan Pimpinan Daerah hingga DPP. Aspirasi dan kebutuhan dari daerah akan dikoordinasikan agar dapat ditangani sesuai kemampuan dan dukungan yang tersedia.
Ia menegaskan, program pendidikan tersebut tidak terbatas bagi anak-anak keturunan Silo Raja atau masyarakat dari wilayah Sumatera. Silo Raja Indonesia membuka komitmen pendampingan bagi anak-anak Indonesia yang membutuhkan bantuan pendidikan, sesuai mekanisme dan kemampuan organisasi.
“Dari Sabang sampai Merauke, semua anak yang kurang mampu secara materi dan membutuhkan bantuan pendidikan siap kami jembatani agar cita-cita mereka bisa tercapai,” ungkapnya.
Dalam pemaparan di forum Rakernas, turut disampaikan peluang dukungan beasiswa bagi sejumlah mahasiswa melalui kerja sama dengan kalangan akademisi. Skema pemberdayaan juga diarahkan agar mahasiswa dapat bekerja sambil kuliah, termasuk melalui kegiatan bimbingan belajar.
Meski demikian, pengurus mengakui bahwa sejumlah rencana masih membutuhkan pematangan teknis agar pelaksanaannya dapat berjalan lebih optimal. Organisasi berkomitmen melanjutkan upaya tersebut meskipun tidak seluruh kegiatan dipublikasikan secara luas.
Perkuat Organisasi dan Susun Program Kerja 2025–2029
Rakernas IV juga menjadi forum untuk memperkuat koordinasi dan kerja sama antarstruktur organisasi. Dalam pemaparan kepengurusan periode kedua 2025–2029, pimpinan Silo Raja Indonesia menekankan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada keterlibatan dan kesatuan langkah seluruh anggota.
Melalui rapat kerja nasional, organisasi menyusun garis besar kebijakan dan prioritas kegiatan yang akan dijalankan selama empat tahun ke depan.
Bidang-bidang yang dibahas meliputi situs-situs Silo Raja Indonesia, politik, hukum dan hak asasi manusia, organisasi, pendidikan dan sumber daya manusia, hubungan antarlembaga, adat, ekonomi kreatif, hubungan masyarakat, serta kepemudaan. Dalam transkrip pemaparan, bidang ekonomi kreatif disebutkan dua kali sehingga susunan final bidang organisasi perlu mengacu pada dokumen resmi Rakernas.
Pembahasan setiap bidang diharapkan menghasilkan program yang terarah, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan anggota maupun masyarakat.
Daslan menyebutkan, perkembangan organisasi telah menjangkau 15 provinsi di Indonesia serta satu wilayah internasional, yakni Australia. Capaian tersebut menjadi modal untuk memperluas koordinasi dan memperkuat pelaksanaan program di berbagai daerah.
Ia menilai, komunikasi dan kepedulian menjadi kunci dalam menghadapi tantangan organisasi yang tersebar di banyak wilayah.
“Selagi kita bisa berkomunikasi dengan daerah-daerah dan memiliki hati untuk bekerja bersama, setiap tantangan bisa dijalani dan dilalui,” ujarnya.
Dari Surabaya, Bangun Semangat Pengabdian bagi Bangsa
Penyelenggaraan Rakernas IV di Surabaya juga dimaknai sebagai momentum memperkuat semangat pengabdian dan persatuan. Sebagai Kota Pahlawan, Surabaya dinilai memiliki pesan historis yang relevan dengan upaya menyiapkan generasi muda yang tangguh dan memiliki kepedulian terhadap bangsa.
Pimpinan organisasi mengajak seluruh jajaran Silo Raja Indonesia untuk membangun kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia dan mewujudkan program yang bermanfaat bagi masyarakat.
Bagi Daslan Malau, keberhasilan organisasi pada periode 2025–2029 tidak hanya diukur dari perkembangan struktur kepengurusan, tetapi juga dari kontribusi nyata dalam memperluas akses pendidikan, melahirkan sarjana, serta menyiapkan generasi muda yang berkarakter.
Melalui gerakan Satu Keluarga Satu Sarjana, Silo Raja Indonesia berharap semakin banyak keluarga memiliki kesempatan meningkatkan taraf hidup melalui pendidikan.
“Generasi muda harus dipersiapkan untuk melanjutkan perjuangan. Kita yang lebih tua harus memastikan anak-anak kita memiliki pendidikan, karakter, dan kesempatan untuk membangun masa depan Indonesia,” menjadi pesan utama yang mengemuka dalam Rakernas IV Silo Raja Indonesia di Surabaya.
(nald)









