
Metro Times (Purworejo) Sekitar 600 santri dari pondok pesantren Darut Tauhid Kedungsari dengan menggunakan 13 truk mendatangi Pendapa Rumah Dinas Bupati Purworejo, Rabu (14/2) pagi. Kedatangan mereka dipimpin oleh pengasuh Pondok Pesantren Darut Tauhid KH Thoifur Mawardi dan putranya Gus Sahnun.
Mereka datangan untuk audensi dengan bupati terkait penolakan berdirinya tempat hiburan seperti karaoke di wilayah Kabupaten Purworejo dan menuntut agar segera ditutup.
Rombongan santri diterima langsung oleh Bupati Purworejo Agus Bastian, Komandan Kodim 0708 Purworejo Letkol Infanteri Muchlis Gasim S.H.,M.Si, Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Mangunsong, Sekda Purworejo Drs. Said Romadhon dan Kepala Kesbangpol Purworejo Bambang Sadyo Hastomo.
Dalam audensi itu Bupati Purworejo menyampaikan tuntutan santri akan ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku demi kemaslahatan umat.
“Sesuai perda yang ada bahwa peraturan dibuat oleh legislatif dan kita tidak bisa bekerja sendiri,” kata bupati.
Sementara Sekda Kabupaten Purworejo Said Romadhon mengatakan, hingga sekarang Pemda belum pernah menerbitkan ijin usaha karaoke.
“Hari ini pengusaha karaoke akan dipanggil secara resmi. Jika sampai hari Jumat pengusaha karaoke tidak ada respon akan dilakukan penindakan secara hukum,” ucap Sekda.
Sedang Dandim 0708 Purworejo mengungkapkan merasa bangga dan senang karena semangat anak muda sebagai generasi bangsa.
“Kita sudah audiensi dengan instansi terkait tuntutan untuk agar hari ini juga usaha karaoke untuk ditutup,” tegas Dandim. (Daniel)




