- iklan atas berita -

 

 

Metro Times (Magelang) Warga masyarakat Dusun Krajan Rt 02 Rw 01 Desa Ngepanrejo Kecamatan Bandongan merasa resah dengan adanya kandang ayam petelur yang berdiri di tengah-tengah rumah warga. Tidak hanya para warga saja yang merasa resah, namun para Guru SD beserta para siswa, dan para Guru dan siswa beserta wali murid TK Pertiwi yang berada di samping kandang ayam petelur juga merasa resah.

Untuk itu, dimulai pukul 09.00 wib, secara spontan para warga Dusun Krajan bersama para Guru SD dan TK Pertiwi bersama para siswa siswi berikut dengan para wali murid berdemo menuntut keberadaan kandang ayam petelur milik Nova Ariyanto yang berdiri di tengah-tengah rumah warga, agar dibongkar karena merasa terganggu dengan bau yang menyengat dan banyaknya lalat yang diakibatkan dengan adanya keberadaan kandang ayam milik Nova Ariyanto tersebut, Selasa (23/10).

Para pendemo sebanyak 200 orang melancarkan aksinya di depan rumah saudara Nova Ariyanto. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, Kepala Desa Ngepanrejo Ahmad Supadi datang di tengah kerumunan pendemo. Kepala Desa dengan dibantu Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Ngepanrejo serta para anggota dari Polsek dan Koramil Bandongan, menyuruh para pendemo agar tidak berbuat anarkis dan perwakilan dari pendemo agar melaksanakan mediasi atau diskusi di Kantor Desa Ngepanrejo.

ads

Dalam mediasinya di depan Kantor Desa, pendemo menuntut agar kandang ayam milik Nova Ariyanto dibongkar karena sudah meresahkan para warga sekitar, dan memberi waktu tempo 10 hari dari sekarang agar ayamnya sudah bersih dari lokasi itu, dan 15 hari dari sekarang untuk kandang ayamnya juga harus sudah dibongkar.

“Dulu kan sudah disepakati pada surat pernyataan yang dibuat oleh Mas Nova sendiri sampai tanggal 5 Mei 2018, namun kenyataannya sampai sekarang kandang juga tidak dibongkar. Maka dari itu, kami memberi waktu 15 hari dari sekarang kondisi kandang harus sudah tidak ada begitu juga ayamnya. Kalau tidak digubris lagi jangan salahkan kami” terang Ibu Nur, salah satu perwakilan pendemo yang asli dari warga Dusun Krajan.

Nova Ariyanto selaku pemilik kandang ayam pada mediasi di depan Kantor Desa Ngepanrejo dengan disaksikan para pendemo, Aparat Desa, Kepolisian dan TNI menyatakan kesiapannya dengan apa yang dituntut oleh para pendemo. Sedangkan Kepala Desa Ngepanrejo Ahmad Supadi selaku mediator dalam aksi demo menghimbau agar para warga dan yang lain tidak melakukan aksi anarki selama 15 hari ini.

“Tolong jaga keamanan Dusun dan Desa kita. Dan tolong juga para warga agar tidak berbuat anarki, dan untuk Mas Nova selaku pemilik ayam dan kandang ayam, agar mentaati kesepakatan hari ini” tegas Kepala Desa di depan para massa aksi demo.

Bripka Andy Bachtiar dengan didampingi Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Ngepanrejo serta anggota Koramil yang lain menghimbau agar kedua belah pihak mentaati hasil kesepakatan yang telah dihasilkan dari hasil mediasi ini. Seandainya pemilik kandang tidak mengindahkan hasil kesepakatan yang sudah disepakati secara bersama ini, jangan salahkan para warga kalau melaksanakan aksi yang tidak-tidak.

“Tolong kedua belah pihak menyepakati hasil kesepakatan ini. Untuk pemilik kandang, tolong laksanakan hasil kesepakatan ini, jangan sampai para warga merasa emosi karena merasa dibohongi lagi” jelas Andi Bachtiar. (Arif)