
MetroTimes(Sleman) – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Hingga Oktober 2025, progres pelaksanaan program RTLH di Kabupaten Sleman telah mencapai 98 persen dari total target tahun anggaran berjalan. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa Pemkab Sleman konsisten mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan rumah layak huni.

Sebagai bagian dari kegiatan monitoring dan evaluasi (monev), Tim Bidang Perumahan Dinas PUPKP Sleman yang dipimpin oleh Kepala Bidang Perumahan, Suwarsono, S.ST., M.T., melakukan tinjauan lapangan ke wilayah Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi. Kunjungan tersebut difokuskan di dua titik lokasi penerima bantuan RTLH yang berada di Padukuhan Ngandong yakni Bapak Semi dan Rudi Hermawan dimana kedua penerima manfaat mengaku bersyukur dengan adanya Program RTLH Sleman.
Dalam kegiatan tersebut, Suwarsono turut didampingi oleh Agus selaku Dukuh Ngandong, A. Tri Wibowo, S.Kom. selaku Ulu-Ulu Kalurahan Girikerto, serta Pendamping RTLH Kalurahan dari Dinas PUPKP Sleman. Tim meninjau langsung kondisi fisik rumah yang telah direhabilitasi sekaligus berdialog dengan warga penerima manfaat.
“Program RTLH ini bukan hanya soal membangun rumah, tetapi juga membangun kehidupan yang lebih layak bagi masyarakat. Kami memastikan setiap bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan sesuai standar teknis yang ditetapkan,”ujar Suwarsono di sela kegiatan peninjauan.

Ia menambahkan, capaian progres 98 persen merupakan hasil kerja sama yang baik antara pemerintah daerah, pemerintah kalurahan, masyarakat, serta penerima manfaat.
“Kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan program RTLH. Kami sangat mengapresiasi dukungan dari seluruh pihak, terutama para pendamping dan perangkat kalurahan yang aktif memantau pelaksanaan di lapangan,”imbuhnya.

Sementara itu, Agus, selaku Dukuh Ngandong, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sleman atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada warga di wilayahnya.“Alhamdulillah, bantuan RTLH ini sangat membantu masyarakat kami, khususnya yang sebelumnya tinggal di rumah tidak layak. Kini mereka bisa menempati rumah yang lebih aman dan sehat,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh A. Tri Wibowo, S.Kom., Ulu-Ulu Kalurahan Girikerto.“Program ini sangat bermanfaat bagi warga kami. Harapannya tahun depan bisa menjangkau lebih banyak penerima RTLH di Girikerto, karena dari sekitar 50 usulan yang kami ajukan tahun ini, baru 5 RTLH yang mendapatkan bantuan,”tutur pria yang akrab disapa Bowo tersebut.
Sementara Pendamping RTLH Kalurahan Girikerto menuturkan bahwa pelaksanaan program berjalan lancar berkat tingginya partisipasi masyarakat.
“Alhamdulillah, pekerjaan RTLH di Girikerto berjalan lancar tanpa kendala berarti. Warga sangat antusias bergotong-royong membantu penerima manfaat secara swadaya. Mudah-mudahan jumlah rumah rusak berat bisa terus berkurang,” ungkapnya.
Melalui program RTLH ini, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap dapat terus menekan angka rumah tidak layak huni dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan visi “Sleman yang Sejahtera, Maju, dan Berdaya Saing.” (JQ)




