
Metro Times (Kebumen) – Seorang warga Desa Srati, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, ditemukan meninggal dunia di kawasan hutan Perhutani, Desa Ayah, Senin (6/10). Pria itu diketahui bernama Saeni (64), seorang wiraswasta asal Dusun Karangtengah, Srati.
Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri melalui Wakapolres Kompol Faris Budiman menjelaskan sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa, korban pada Senin pagi berpamitan kepada keluarganya untuk mencari rumput sekitar pukul 07.30 WIB.
“Korban sempat berobat pagi hari, lalu sekitar pukul 07:30 WIT ia berpamitan untuk mencari rumput di kawasan hutan Perhutani,” sebut Kompol Faris Budiman.
Dari hasil penelusuran di lapangan, lanjut Wakapolres, korban sempat bertemu dengan seorang saksi bernama Sakiyah (72) yang juga hendak mencari rumput. Namun, korban meminta berangkat lebih dulu. Tak lama kemudian, sekitar pukul 08.00 WIB, Sakiyah menyusul ke lokasi dan menemukan korban sudah terbaring tidak bergerak di rerumputan.
Saksi lain, Tuminah (55), yang berada tak jauh dari tempat kejadian, ikut berusaha membangunkan korban. Menyadari korban tak merespons, mereka segera memberitahukan perangkat desa, kemudian melapor ke Polsek Ayah.
Tim gabungan dari Polsek Ayah, Polairud Polres Kebumen, Koramil Ayah, Inafis Polres Kebumen dan tenaga medis dari Puskesmas Ayah 1 segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal dunia karena sakit,” ujarnya.
Petugas Inafis mencatat sejumlah barang ditemukan di sekitar korban, antara lain sebilah celurit berjarak sekitar dua meter dari tubuhnya, bungkus rokok berisi empat batang, korek api biru, dan uang sebesar Rp89.000. Saat ditemukan, korban mengenakan baju batik coklat, kaus hijau, celana biru dongker, serta sepatu karet putih.
Tim medis Puskesmas Ayah 1 menyimpulkan, hasil pemeriksaan medis tidak menemukan luka akibat benda tajam, tumpul, maupun tanda jeratan. Saat ini jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
“Kasus ini tidak mengandung unsur pidana. Polres Kebumen memastikan penanganan dilakukan sesuai prosedur. Kami turut berbela sungkawa,” ujar Faris menegaskan.
Penemuan ini menambah daftar kasus warga yang meninggal mendadak di wilayah pedesaan Kebumen, sebagian besar disebabkan oleh faktor kesehatan. Polisi mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan memerhatikan kondisi fisik sebelum beraktivitas di area hutan yang cukup jauh dari pemukiman.(dnl)




