- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – SMP YPPI 1 Surabaya kembali menggelar kegiatan SAESTU (Satu Semester Satu), sebuah program unggulan sekolah yang dilaksanakan setiap semester sebagai wadah gelar karya dan proyek pembelajaran siswa. Kegiatan yang berlangsung meriah ini mengundang siswa kelas V dan VI dari SDN Sidotopo I, SDN Simokerto V, dan SDN Kapasan V untuk mengikuti pembelajaran inspiratif sekaligus melihat langsung hasil karya peserta didik SMP YPPI 1 Surabaya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP YPPI 1 Surabaya, Anik Prabowo, S.Pd.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP YPPI 1 Surabaya, Anik Prabowo, S.Pd., menjelaskan bahwa SAESTU merupakan program rutin sekolah yang bertujuan memberikan ruang bagi siswa untuk menampilkan hasil proyek pembelajaran lintas mata pelajaran yang telah mereka kerjakan selama satu semester.

“Setiap semester kami mengadakan gelar karya melalui program SAESTU. Semester ini kami mengundang siswa SD untuk melihat pameran hasil karya siswa sekaligus belajar tentang e-bulletin dan resensi film dari program YPPI Series,” ujarnya.

ads

Menurut Bowo, YPPI Series merupakan film edukasi yang diproduksi oleh siswa SMP YPPI 1 Surabaya dan berisi berbagai tema pendidikan karakter. Pada kesempatan kali ini, film yang ditayangkan mengangkat isu bullying sebagai bentuk edukasi bagi peserta didik.

Dalam pameran tersebut, setiap jenjang kelas menampilkan proyek yang berbeda. Siswa kelas VII mengangkat tema “Harmoni Alam, Pegunungan, dan Keberagaman Tradisi”, kelas VIII menampilkan proyek tentang potensi dan keunggulan suatu wilayah, sedangkan kelas IX menghadirkan karya bertema bioteknologi melalui kampanye edukatif mengenai tempe dan tape.

“Anak-anak kelas IX membuat kampanye dalam bentuk video tentang tempe dan tape. Mereka menciptakan lirik lagu, musik, video kampanye, hingga teks prosedur pembuatan serta menjelaskan proses biologis fermentasinya,” jelas Bowo.

Ia menambahkan bahwa seluruh kegiatan pada SAESTU tahun ini dipresentasikan langsung oleh siswa. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang berfokus pada teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), coding menggunakan Scratch, hingga desain grafis dengan Photoshop yang dipandu guru, kali ini seluruh materi dan presentasi dibawakan oleh peserta didik.

“Kami ingin membuktikan bahwa siswa SMP YPPI 1 mampu tampil percaya diri, memiliki kemampuan public speaking yang baik, dan mampu berbagi ilmu kepada adik-adik dari SD,” katanya.

Selain berbagi pengalaman belajar, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan berbagai program unggulan sekolah kepada calon peserta didik sekaligus mempererat hubungan dengan sekolah-sekolah mitra.

Sementara itu, Bella Septiana Ananda, guru pembimbing kelas VII, menjelaskan bahwa proyek siswa kelas VII menggabungkan beberapa mata pelajaran dalam satu karya berbasis barang bekas.

“Peserta didik membuat karya tiga dimensi bertema gunung dan keberagaman budaya menggunakan kardus, botol plastik, dan bahan daur ulang lainnya. Materi IPA membahas potensi alam, Pendidikan Pancasila membahas keberagaman budaya, sedangkan Matematika diwujudkan dalam bentuk diagram populasi yang dibuat secara manual,” jelasnya.

Menurut Bella, penggunaan barang bekas juga sejalan dengan komitmen SMP YPPI 1 Surabaya sebagai sekolah Adiwiyata yang mendorong pemanfaatan limbah menjadi karya edukatif bernilai guna.

Antusiasme terlihat dari para siswa SD yang mengikuti kegiatan. Salah satunya, Finza, siswa SDN Sidotopo I.

Antusiasme terlihat dari para siswa SD yang mengikuti kegiatan. Salah satunya, Finza, siswa SDN Sidotopo I, mengaku mendapatkan pengalaman baru selama mengikuti pelatihan dan pameran karya.

“Senang karena bisa mengenal warna, elemen baru, dan belajar komputer. Jadi tahu cara membuat gambar dan mengubahnya sesuai keinginan,” ungkapnya.

Para guru pendamping dari SDN Sidotopo I, SDN Simokerto V dan SDN Kapasan V

Guru SDN Sidotopo I, Suryanti, mengapresiasi lingkungan dan fasilitas SMP YPPI 1 Surabaya yang dinilai sangat mendukung proses belajar mengajar.

“Sekolahnya asri, jauh dari kebisingan, dan fasilitasnya lengkap. Kegiatan seperti ini sangat baik karena membuka wawasan anak-anak dan membantu mereka menemukan minat serta cita-cita masa depan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Nani Suwarti, guru SDN Simokerto V. Ia mengaku telah lama menjalin kerja sama dengan SMP YPPI 1 Surabaya dan melihat banyak alumninya berkembang pesat setelah bersekolah di sana.

“Dulu ada yang kurang percaya diri, tetapi setelah sekolah di YPPI mereka mampu menjadi ketua OSIS, menerima tamu, hingga tampil di depan umum. Itu menunjukkan pembinaan karakter di sini sangat baik,” katanya.

Sementara itu, guru SDN Kapasan V, Meita Damayanti, menilai SMP YPPI 1 Surabaya konsisten menghadirkan berbagai program inovatif yang mampu menggali potensi siswa.

“Saya melihat program-program di sini luar biasa. Mulai dari penerbitan buku ber-ISBN setiap tahun, berbagai lomba prestasi, hingga kegiatan kreatif seperti pembuatan film dan e-bulletin. Semua itu memberikan pengalaman berharga bagi siswa,” ujarnya.

Meita berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan agar semakin banyak siswa yang terinspirasi untuk berpikir kreatif, inovatif, dan mampu memanfaatkan teknologi secara positif.

Melalui SAESTU, SMP YPPI 1 Surabaya tidak hanya menampilkan hasil karya peserta didik, tetapi juga membangun budaya berbagi ilmu, meningkatkan kepercayaan diri siswa, serta memperkuat kolaborasi dengan sekolah-sekolah dasar di sekitarnya. Harapannya, kegiatan ini dapat terus berlanjut pada semester-semester berikutnya dan menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan dalam menciptakan pembelajaran yang kreatif, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik.

(nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!