oplus_0
- iklan atas berita -

Metro Times (Kabupaten Magelang) Ribuan pedagang yang tergabung dalam Forum Pedagang Borobudur Bersatu, Kampung Seni Borobudur, dan Koperasi Medang Kamulan (KMK), menggelar kirab budaya dengan tema “Penggalian Potensi Budaya Dan Pesta Rakyat” guna menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-80, di Museum dan Kampung Seni Borobudur Kabupaten Magelang, Rabu (13/08/2025) siang.

oplus_0

Tiap kelompok pedagang dari berbagai blok kompak mengenakan kostum unik dengan mengusung beragam tema seperti busana tradisional, busana pelajar SMK, busana jadul / lawasan, dan lain sebagainya.

Acara tidak hanya kirab saja, namun juga ada pertunjukan lomba seni budaya, dan lomba seni budaya yang pesertanya dari para pedagang di Museum dan Kampung Seni Borobudur.

Salah satu pedagang batik dan juga peserta kirab, Indah (53) mengungkapkan, semua pedagang libur hari ini karena mengikuti kirab budaya dan pesta rakyat.

“Kami lebur satu hari. Harapan kami, usaha kami semakin maju, lancar, dan menarik lebih banyak wisatawan yang datang dan meramaikan di Museum dan Kampung Seni Borobudur ini,” kata Indah.

ads

Sementara Ketua Koperasi Medang Kamulan (KMK), Jimmy Belinda mengatakan, para pedagang sengaja libur berjualan selama satu hari untuk mengikuti kegiatan kirab budaya dan pesta rakyat.

Jimmy pun berharap, potensi ekonomi dari para pedagang akan meningkat, terutama setelah mereka resmi berpindah ke lokasi Museum dan Kampung Seni ini yang belum genap 1 tahun ini.

“Semua anggaran kirab budaya ini murni dari para pedagang itu sendiri. Kami berharap, ke depan stakeholder juga bisa membantu acara ini,” ujar Jimmy.

Sedangkan Ketua Panitia Kirab Budaya dan Pesta Rakyat, Suruh menjelaskan bahwa acara kirab budaya ini diikuti oleh para kontestan kelompok-kelompok pedagang.

“Semoga acara ini bisa menggali potensi dari para pedagang di pasar seni ini sendiri. Dan berharap, ke depan acara bisa diadakan lebih besar lagi dan lebih meriah lagi,” terang Ketua Panitia, Suruh.

Pihak TWB yang diwakili Cristianto Wibowo yang memberikan sambutannya mengucapkan selamat atas terselenggaranya acara kirab budaya ini. Ia berharap, event-event seperti ini terus dilaksanakan disetiap tahunnya, dan bisa menumbuhkan bibit-bibit baru pelaku seni budaya dimana nantinya bisa mengangkat dan meramaikan di Museum dan Kampung Seni Borobudur.

“Kami pihak TWC ataupun TWB tidak bisa berdiri dan berjalan sendiri. Kami, tentunya perlu adanya kerja bareng dan bergandengan tangan, salahsatunya dengan para pedagang di Museum dan Kampung Seni sini,” jelas Cristianto Wibowo, mewakili Direktur TWB.

Selain untuk menyemarakkan HUT ke-80 RI, kirab budaya dan pesta rakyat ini juga merupakan upaya melestarikan kesenian di Borobudur.

Kirab budaya yang diselenggarakan di Museum dan Kampung Seni Borobudur merupakan salahsatu bentuk pelestarian dan penghormatan kepada kekayaan kebudayaan bangsa Indonesia. Dimana kirab budaya ini memberikan atraksi kepada pengunjung Candi Borobudur dari domestik maupun manca negara.

Forum Pedagang Borobudur Bersatu, KMK, Kampung Seni Borobudur, merupakan bagian dari bagian dari pariwisata Taman Wisata Candi Borobudur yang memberikan layanan dan memenuhi kebutuhan wisata. Dan melalui kirab budaya ini, adalah suatu momentum untuk memperkuat identitas budaya dan meneruskan nilai-nilai luhur untuk generasi ke depannya.

Acara kirab budaya dan pesta rakyat di Museum dan Kampung Seni Borobudur ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Magelang, pihak TWB, Polresta Magelang, Kepala Disporapar Kabupaten Magelang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Camat Borobudur, Kades, dan para pedagang di Museum dan Kampung Seni Borobudur.

Sampai berita ini diturunkan, acara kirab budaya masih berlangsung. (rif)