
MetroTimes (Surabaya) – Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga kembali menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan bagi masyarakat melalui rangkaian pengabdian kepada masyarakat SEGTA 2026 (Sustainable Energy and Green Technology Applications). Pada 31 Juli 2026, sebanyak 11 program pengabdian dilaksanakan secara serentak di sejumlah lokasi di Kabupaten Sumenep, meliputi Pulau Gili Iyang, Kalianget, dan sekitarnya. Berbagai kegiatan tersebut mendukung pencapaian sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain Quality Education, Clean Water and Sanitation, Affordable and Clean Energy, Industry, Innovation and Infrastructure, Responsible Consumption and Production, Decent Work and Economic Growth, Sustainable Cities and Communities, Climate Action, serta Life on Land.
Program pengabdian SEGTA 2026 menghadirkan kolaborasi antara dosen FTMM UNAIR dengan akademisi dari berbagai perguruan tinggi mitra internasional, seperti City University of Hong Kong dan Universiti Malaysia Perlis (UniMAP). Kolaborasi tersebut menghadirkan beragam inovasi yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat, mulai dari edukasi sains dan energi terbarukan bagi siswa sekolah dasar hingga penerapan teknologi tepat guna yang mendukung kualitas hidup masyarakat kepulauan.
Di bidang pendidikan, peserta dari berbagai sekolah dasar dan menengah memperoleh pengalaman belajar berbasis STEM melalui perakitan solar car kit, eksperimen Snap Circuits dan DaMat Games, serta pengenalan konsep energi terbarukan, kendaraan listrik, dan rangkaian listrik. Pendekatan hands-on learning tersebut dirancang untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap sains, teknologi, rekayasa, dan matematika sekaligus menumbuhkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan pemecahan masalah.
Solusi Teknologi untuk Masyarakat dan Lingkungan
Selain pendidikan, SEGTA 2026 juga menghadirkan berbagai solusi teknologi yang menjawab kebutuhan masyarakat Gili Iyang. Beragam kegiatan meliputi edukasi teknologi filtrasi air sederhana, penerapan teknologi koagulasi–flokulasi–filtrasi untuk air bersih, pemeliharaan Airlangga Solar Shelter agar tetap beroperasi optimal, hingga pemasangan cooling coating untuk meningkatkan kenyamanan termal bangunan. Seluruh program dirancang agar mudah diterapkan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Aspek pemberdayaan ekonomi dan pelestarian lingkungan turut menjadi fokus utama. Masyarakat diperkenalkan pada pemanfaatan sampah plastik melalui konsep recycling menjadi produk bernilai jual, sekaligus melanjutkan gerakan penanaman pohon kelapa sebagai upaya menjaga kualitas lingkungan Pulau Gili Iyang. Pendekatan ini menunjukkan bahwa inovasi teknologi dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pelestarian sumber daya alam.
Melalui rangkaian 11 kegiatan pengabdian tersebut, SEGTA 2026 menjadi wujud nyata komitmen FTMM UNAIR dalam menghadirkan kolaborasi internasional yang berdampak langsung bagi masyarakat. Sinergi antara akademisi, mitra global, pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat terciptanya pembangunan berkelanjutan melalui penerapan teknologi hijau, pendidikan berkualitas, serta inovasi yang relevan dengan kebutuhan lokal.
(nald)






