- iklan atas berita -

​METROTIMES ( Ambon ) Suasana khidmat yang penuh kehangatan menyelimuti Desa Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, pada Rabu siang. Di bawah langit bumi Duan Lolat, sebuah langkah bersejarah resmi dimulai.

​Satuan Tugas Tim Terpadu II Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan (PDSK) secara resmi membuka kegiatan pendataan, verifikasi, dan validasi bagi subjek serta objek tanah maupun tanaman tumbuh yang terdampak di lokasi lahan seluas 662 hektare.

​Langkah awal ini merupakan jembatan penting menuju pembangunan Kilang Pencairan Gas Alam dan Fasilitas Pendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengembangan Lapangan Abadi Wilayah Kerja Masela.

​Kehadiran program nasional ini bukan sekadar tentang pembangunan fisik, melainkan tentang komitmen luhur untuk bertumbuh bersama masyarakat. Semangat kebersamaan yang humanis ini tercermin jelas sejak dimulainya rangkaian acara.

​Tim Terpadu disambut dengan penuh persaudaraan melalui prosesi doa adat di rumah adat tuan tanah Desa Lermatang Nusmese, yang kemudian dilanjutkan di area belakang Shelter PT Taka, Rabu (3/6/2025)

ads

​Prosesi sakral ini melibatkan doa dari empat Soa adat—Soa Ursuin Ngriase, Soa Olingir Otarempun, Soa Ngoswaen Taborat, dan Soa Uibur Batulelebun—serta restu dari para pelayan firman dari tiga donasi gereja Desa Lermatang. ​Harmoni antara adat dan iman ini menegaskan bahwa proyek ini berdiri di atas fondasi penghormatan terhadap nilai luhur leluhur setempat.

​Momen penuh kekeluargaan pun semakin terasa saat Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Brampi Moriolkosu, S.H., menyerahkan sumbat sopi secara langsung kepada Ketua Lembaga Adat Desa Lermatang, Abraham Rangkoli, sebagai simbol ikatan persaudaraan yang erat.

Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dodi Triwinarto ​yang diwakili Irdam XV/Pattimura, hadir mendampingi masyarakat, menyampaikan pesan yang menyentuh hati dan membawa angin segar bagi warga. Ia menegaskan bahwa seluruh proses pendataan ini dilakukan dengan pendekatan yang sangat humanis, transparan, dan mengutamakan hak-hak serta kesejahteraan masyarakat Desa Lermatang.

​Menurutnya, kehadiran negara melalui Blok Masela ini adalah ruang pembuka kesejahteraan. Setiap jengkal tanah dan tanaman tumbuh milik warga dipastikan didata secara akurat, manual, dan adil tanpa ada yang dirugikan.

​Pangdam juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyatukan hati dan bergandengan tangan mendukung kelancaran tahapan ini hingga proses groundbreaking nanti. Sebab, keberhasilan proyek ini adalah keberhasilan dan kebanggaan anak cucu Tanimbar di masa depan.

​Acara pembukaan yang juga dihadiri oleh jajaran petinggi TNI-Polri, Pemerintah Daerah, Pemerintah Kecamatan, hingga Plh. Kades Lermatang Gustaf Lamere ini berjalan dengan sangat aman, lancar, dan penuh kedamaian.

​Tidak ada kendala menonjol yang ditemukan di lapangan, mengindikasikan tingginya kedewasaan dan antusiasme warga setempat.

​Melalui ketulusan gotong royong dan penghormatan adat ini, proyek Blok Masela kini bukan lagi sekadar program di atas kertas. Proyek ini telah menjadi sebuah harapan nyata yang disambut gembira oleh masyarakat Lermatang demi terwujudnya kemakmuran dan kemajuan daerah yang mereka cintai.(Pendam.15)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!