
Metro Times (Purworejo)-Ridho Mukti Rozakhi Siswa SMP Negeri 17 Bagelen yang terseret arus saat bermain di Pantai Dewaruci, Desa Jatimalang Kecamatan Purwodadi Purworejo pada Rabu (8/10) ditemukan meninggal dunia.
Jasad Ridho temukan tergeletak di pantai Desa Mugangsari, Grabag, Purworejo pada Sabtu (11/10) pagi. Usai ditemukan jasad korban dilakukan penanganan oleh Tim Inafis Polres Purworejo untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga di Desa Somorejo, Bagelen.
“Alhamdulillah korban sudah ditemukan. Laporan awal masuk ke Posko BPBD Purworejo tadi pagi sekitar pukul 06.10 WIB telah ditemukan jenazah di Pantai Desa Munggangsari yang diduga korban laka laut Pantai Dewaruci. Tim pun langsung menuju lokasi penemuan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Purworejo, Wasit Diono yang dihubungi Metro Times, Sabtu (11/10).
Atas laporan ini pihaknya mengutus dua personel TRC BPBD atas nama Rifqi dan Brilian S ke lokasi untuk crosscheck serta assesment demi memastikan jenazah tersebut.
Setelah dilakukan crosscheck serta hasil koordinasi personel lapangan dan BASARNAS, diketahui benar bahwa jenazah tersebut merupakan korban kecelakaan laut di Pantai Dewaruci pada Rabu lalu.
Pagi itu jasad korban langsung dievakuasi dan dalam penanganan tim Inafis di RSUD Tjitrowardoyo. Pihak keluarga turut mendampingi proses evakuasi dan penanganan medis selama berada di rumah sakit.
“Setelah penanganan di rumah sakit selesai jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga,” ucap Wasit lagi
Sebagaimana diketahui insiden kecelakaan laut itu terjadi pada Rabu (08/10) sekitar pukul 14.00 WIB. Siang itu ada lima anak dari SMPN 17 Bagelen berekreasi ke Pantai Dewaruci. Mereka berada di jarak sekitar 100-200 meter sebelah barat gardu pandang. Siang itu kelima anak itu berenang kurang lebih 10 menit hingga ke bagian palung laut.
Saat asik menikmati air pantai, tiba-tiba ombak besar datang dan menggulung mereka. Para korban masing-masing Ridho, Adit, Syukron, Wiyo dan Fiki. Kelima anak korban merupakan siswa kelas 8 dan Ridho kelas 7 SMPN 17 Purworejo.
Empat dapat menyelamatkan diri, sedangkan korban Ridho tergulung ombak besar hingga masuk ke palung laut. Sebelum menghilang saat itu korban masih sempat berteriak minta tolong. Melihat hal itu dua kawan korban, Wiyo dan Fiki berteriak minta tolong kepada warga sekitar.
Atas musibah itu Tim Search and Rescue dari BPBD, Basarnas, Polri, TNI, PMI hingga Komunitas Drone Fishing berkolaborasi untuk melakukan pencarian. Drone termal pun sempat diterbangkan untuk mencari keberadaan korban. Dalam waktu dua hari tiga malam korban akhirnya ditemukan terbujur kaku di Pantai Mugangsari Kecamatan Grabag.(tyb)




