- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo)-Seorang penyandang disabilitas Psikososial melayangkan surat cinta untuk bupati Purworejo, Yuli Hasti. Tak disangka, isinya bikin trenyuh karena cukup mengharukan.

Bagaimana tidak, remaja berusia 18 tahun itu tak hanya mengungkapkan rasa terimakasih kepada bupati atas bantuan berupa layanan JKN BPJS Kesehatan yang ia terima. Dalam surat itu ia juga mengungkapkan kepeduliannya terhadap sesama penyandang disabilitas yang senasip dengan dirinya namun belum memperoleh layanan kesehatan gratis.

Berikut penggalan surat cinta itu

“Ibu, teman-teman sering bilang kalau Ibu adalah simbok disabilitas. Kalau boleh, saya juga ingin memanggil Ibu dengan sebutan Simbok, karena saya juga seorang penyandang disabilitas psikososial.

Perkenalkan, nama saya Dimas Wiratama, umur 18 tahun tinggal di Desa Sidorejo, Kecamatan Purworejo. Melalui surat ini, izinkan saya bercerita sedikit kepada Ibu. Alhamdulillah, sekarang saya sudah bisa rutin memeriksakan kesehatan karena saya mendapatkan BPJS gratis.

ads

Dengan kartu itu, saya bisa berobat tanpa biaya ke dokter. Bagi kami, orang dengan disabilitas psikososial, pemeriksaan dan minum obat secara rutin itu sangat penting, Bu. Kalau tidak, risiko kambuhnya besar dan proses pemulihan bisa lama. Sekarang saya merasa lebih tenang, bisa beraktivitas dengan nyaman setiap hari.

Namun, masih banyak teman-teman saya sesama penyandang disabilitas psikososial yang belum mendapatkan BPJS gratis, Bu. Mohon kiranya mereka juga bisa dibantu, supaya bisa rutin berobat dan punya kesempatan hidup lebih mandiri seperti saya.

Bulan Agustus lalu, saya mendapat kesempatan ikut pelatihan barista kopi di Yogyakarta selama satu setengah bulan melalui pendamping dari program YAKKUM. Alhamdulillah saya bisa menyelesaikan pelatihan itu sampai lulus. Saya senang sekali karena banyak teman baru dan merasa diterima di sana.

Setelah pelatihan, saya diajak pendamping menemui Bapak Camat Purworejo. Beliau dengan senang hati mengajari saya cara memilih kopi yang baik. Bahkan beliau mencicipi langsung kopi buatan saya. Rasanya saya bangga sekali, rasanya seperti benar- benar diterima dan dihargai.

Ibu, kami sangat membutuhkan penerimaan seperti itu. Diberi pelatihan keterampilan, dibukakan jalan untuk mengembangkan kemampuan, dan diberi apresiasi agar kami semakin semangat untuk mandiri.

Di masyarakat, kami masih sering menghadapi stigma dan pandangan negatif. Kadang ucapan orang bisa membuat kami minder dan kehilangan semangat. Karena itu, saya mohon dukungan Ibu untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa kami pun bisa,”

Surat cinta Dimas untuk Bupati Purworejo ini sempat dibacakan pada gelaran Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) yang diselenggarakan Pusat Rehabilitasi YAKKUM di Pendopo Bupati Purworejo pada Kamis (23/10). Usai dibacakan surat itu disampaikan melalui Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan, Rita Purnama.(tyb)