- iklan atas berita -

 

Metro Times (Temanggung) Akibat hujan seharian dengan debit yang cukup deras, mengakibatkan tanah longsor di 5 titik dan mengakibatkan tanah longsor menutupi seluruh Saluran Irigasi Soropadan di Dusun Kaligetas Jurang, Desa Kebumen, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Kamis (4/4) pagi.

Dengan adanya bencana tanah longsor ini, Pemerintah Kabupaten Temanggung, BNPB, Pemerintah Desa Kebumen langsung bertindak cepat. Terbukti Bupati Temanggung langsung meninjau lokasi bencana tanah longsor di Dusun Kaligetas Jurang ini.

Saluran Irigasi Soropadan ini mengairi 508 hektar persawahan, dan selainnya itu air irigasi ini juga sebagai bahan pokok karena di beberapa dusun yang ada di sekitar irigasi ini sangat menggantungkan dari air irigasi ini, karena sumur tidak keluar air dan PDAM juga tidak memungkinkan.

Pihak PSDA Probolo juga tidak tinggal diam dengan adanya musibah tanah longsor yang menutup Saluran Irigasi Soropadan ini, pihak PSDA bekerja sama dengan pihak Pemerintah dan Swasta Temanggung dalam penanganan tanah longsor ini.

ads

Soemarno, ST, selaku Korpokla Balai PSDA Probolo wilayah Kabupaten Temanggung, Kota Magelang, dan Kabupaten Magelang mengatakan, air irigasi Soropadan ini mengairi 508 hektar areal persawahan, dan ini kewenangan Provinsi langsung, karena mengalir dari Kabupaten Temanggung ke Kabupaten Magelang.

“Longsor ini menutup seluruh Saluran Irigasi Soropadan dengan tinggi tebing 15 meter, panjang 40 meter dan 1 rumah mengungsi kalau malam karena takut akan terjadi longsor susulan” terang Soemarno ST dalam wawancaranya kepada Media, Senin (8/4).

Dengan adanya tanah longsor ini, 2 alat berat ekskavator langsung di datangkan (1 dari Pemerintah Kabupaten Temanggung, dan 1 dari Pihak Swasta), dan sampai hari Senin ini (8/4), penanganan tanah longsor sudah mencapai 50%.

“Kemarin 800 warga dari 7 Desa bekerja bakti dengan adanya tanah longsor ini secara manual dan dibantu 2 alat berat. Dan dalam kerja bakti kemarin (Minggu) Bupati langsung datang ke lokasi” tambah Soemarno.

Sementara Susilo, selaku Kepala Desa Kebumen berharap tanah longsor yang menutupi saluran irigasi ini cepat selesai. Karena menurutnya di bawah 508 hektar areal persawahan sudah menunggu suplai air dari irigasi ini.

Kepala Desa juga menambahkan, dari musibah tanah longsor ini, warga sudah di evakuasi dan masih terselamatkan, serta hanya 1 rumah yang terkena dampak dari tanah longsor ini dan mengungsi ke rumah warga yang lain. Pihaknya berharap mengingat daerah ini rawan bencana, jadi untuk titik-titik rawan yang selanjutnya harus segera diatasi misalnya dengan dibuatkan senderan atau bronjong. Karena sebelah yang longsor persis adalah merupakan jalan kampung dimana jalan itu adalah jalan satu-satunya, jadi apabila sampai putus dampaknya jalur ekonomi dan jalur semuanya akan terputus juga mengingat jalan ini menghubungkan ke salah satu dusun yang ditempati oleh sekitar 28 rumah atau sekitar 30 KK.

“Hari kelima ini penanganan tanah longsor sudah mencapai 50%, dan semoga tanah longsor ini cepat teratasi agar air saluran irigasi Soropadan ini cepat mengalir. Dan saya sangat mengapresiasi pihak Balai PSDA Probolo atas kesigapannya, karena dimulai pas terjadinya tanah longsor sampai hari kelima ini, selalu datang dan memantau secara langsung proses pengerukan material tanah yang menutupi seluruh Saluran Irigasi Soropadan ini” jelas Kepala Desa Kebumen. (Arif)