- iklan atas berita -

Metrotimes (Purworejo)-Pemerintah Kabupaten Purworejo sedang bersiap menuju tata kelola pengolahan sampah berkelanjutan. Hal itu dilakukan setelah daerah ini terpilih sebagai daerah penerima program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP)

LSDP merupakan program strategis nasional dari pemerintah pusat yang berfokus pada perbaikan kualitas layanan publik, khususnya penguatan tata kelola pengelolaan sampah terpadu dari hulu ke hil

Tim LSDP yang melibatkan unsur National Steering Committee, Central Project Management Unit (CPMU) dan Project Implementation Unit (PIU) dari perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Lingkungan Hidup, Bappenas serta Bank Dunia, Kamis (3/8/2026) melakukan kunjungan lapangan di Purworejo.

Kunjungan tersebut sebagian bagian dari rangkaian tahapan persiapan pelaksanaan Program LSDP di Purworejo setelah sebelumnya daerah ini menjadi satu dari 30 kabupaten/kota di Indonesia yang terpilih untuk menerima hibah Program LSDP periode 2026–2030 untuk penguatan tata kelola dan sarana prasarana persampahan.

Di wilayah Jawa Tengah terdapat empat daerah penerima hibah tersebut, yaitu Kota Surakarta, Kabupaten Brebes, Grobogan dan Purworejo. Masing-masing daerah menerima hibah Program LSDP senilai Rp 107,1 miliar, yang telah diserahkan secara simbolis oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Jumat (28/8/2026) di Surakarta.

ads

Dipimpin Direktur Pembangunan Indonesia Barat Kedeputian Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas Dr rer. nat. Jayadi SSi MSE MA, tim LSDP diterima langsung oleh Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH didampingi Sekretaris Daerah Ir Suranto ST dan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Budi Wibowo SSos di Ruang Arahiwang Setda Kabupaten Purworejo.

Direktur Pembangunan Indonesia Barat, Jayadi menyampaikan bahwa persoalan persampahan, yang sedang dihadapi saat ini semakin membutuhkan perubahan dan pendekatan sistemik dan kolaboratif. Pengelolaan sampah tidak lagi cukup dijawab hanya melalui pembangunan fasilitas fisik, namun yang terpenting adalah bagaimana, membangun sebuah sistem yang berjalan dari hulu sampai ke hilir.

“Oleh karenanya, LSDP menjawab sebagai instrumen untuk mendorong masalah sampah melalui penguatan tata kelola, peningkatan kinerja layanan dan sampai pada implementasinya,” ucapnya.

Jayadi menjelaskan bahwa verifikasi dan validasi lapangan yang dilaksanakan saat ini merupakan bagian dari penajaman kesiapan daerah, utamanya untuk menindaklanjuti hasil dan catatan verifikasi teknis, menilai kesiapan data dan informasi terkait kondisi eksisting pengelolaan persampahan di daerah.

“Untuk mendukung hibah tersebut sedikitnya ada enam hal penting yang perlu dipastikan saat verifikasi ini. Diantaranya konfirmasi kesiapan, perencanaan anggaran, lokal project implementing unit, anual working plan dan kegiatan yang dapat dibiayai, kesiapan input sampah dan layanan, yang terakhir peran serta masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH menyambut baik kunjungan lapangan ini sebagai kesempatan untuk melihat kondisi pengelolaan persampahan di Kabupaten Purworejo secara langsung.

“Kami siap memberikan informasi yang diperlukan dan mendukung proses peninjauan selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.

Program LSDP yang diterima akan dimanfaatkan secara maksimal untuk menjawab persoalan persampahan di Kabupaten Purworejo. Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam hal ini menegaskan kesiapannya untuk memenuhi berbagai kebutuhan dalam tahapan persiapan program.(dnl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!