
MetroTimes(Tual)- Kota Tual dikenal sebagai salah satu destinasi bahari unggulan di Indonesia Timur. Dijuluki sebagai wilayah dengan pasir terhalus dan memiliki sedikitnya 66 pulau, Kota Tual menyimpan kekayaan wisata alam, budaya, dan kearifan lokal masyarakat Kei yang berpotensi menjadi daya tarik wisata kelas dunia.
Potensi tersebut menjadi dasar penerjunan Tim KKN-PPM Tualang Tual Tahun 2026 yang akan melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Dullah, Ngadi, dan Labetawi pada periode 20 Mei hingga 8 Agustus 2026.
Dosen Pembimbing Lapangan, M. Yusuf, menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN tahun ini merupakan kelanjutan dari program yang telah dirintis pada periode sebelumnya.
“Jika tahun lalu kami membangun pondasinya, maka tahun ini kami melanjutkan pembangunan tersebut dengan memperkuat dan mengembangkan berbagai program yang telah dirancang berdasarkan hasil evaluasi dan observasi lapangan sebelumnya,” ujarnya.
Menurut Yusuf, fokus utama KKN tahun ini diarahkan pada pengembangan sektor pariwisata berbasis digital. Pendekatan tersebut dipilih sebagai strategi untuk memperluas promosi destinasi wisata sekaligus meningkatkan daya saing daerah di era transformasi digital.
Ia menambahkan, seluruh program dirancang secara lebih terarah dengan mengedepankan kolaborasi multidisiplin antar mahasiswa agar menghasilkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.
“Kami menyusun program-program besar yang melibatkan berbagai disiplin ilmu untuk mendukung pengembangan pariwisata Kota Tual secara berkelanjutan,” katanya.
Koordinator Mahasiswa Unit KKN Tualang Tual, Naafi, mengungkapkan bahwa salah satu program unggulan yang akan dijalankan adalah optimalisasi platform digital sebagai sarana promosi potensi wisata daerah.
“Kami ingin memanfaatkan berbagai platform digital untuk memperkenalkan potensi wisata Kota Tual kepada masyarakat yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.
Selain promosi digital, tim KKN juga akan mendampingi masyarakat dalam mempersiapkan desa wisata agar mampu bersaing pada ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI). Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan pengelolaan destinasi, peningkatan kualitas layanan wisata, serta pemanfaatan teknologi informasi.
“Kami bersama masyarakat berupaya mengoptimalkan potensi wisata daerah dengan target mendorong desa-desa di wilayah ini menjadi peserta yang kompetitif dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia,” jelas Naafi.
Tidak hanya berfokus pada promosi, Tim KKN-PPM Tualang Tual juga akan memperkuat kapasitas sumber daya manusia di sektor pariwisata. Kelembagaan pemandu wisata (tour guide) dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang telah dibentuk pada periode sebelumnya akan mendapatkan pendampingan lanjutan guna meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada wisatawan.
Di sisi lain, aspek budaya lokal masyarakat Kei turut menjadi perhatian utama. Tim KKN berupaya mengangkat nilai-nilai budaya dan tradisi sebagai identitas daerah yang dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
“Budaya merupakan aset penting yang harus dijaga dan dilestarikan. Nilai-nilai budaya masyarakat Kei memiliki karakteristik yang kuat dan dapat menjadi ikon pariwisata Kota Tual di mata wisatawan,” tambahnya.
Komitmen pengembangan daerah melalui program KKN-PPM ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Tual. Sekretaris Daerah Kota Tual, Ridwan Abduh Fadirubun, menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung pelaksanaan program pengabdian mahasiswa tersebut.
“Pada prinsipnya kami siap menerima adik-adik mahasiswa di lokasi yang telah direncanakan. Dengan segala keterbatasan yang ada, Pemerintah Kota Tual berkomitmen mendukung dan menyukseskan pelaksanaan KKN ini,” ujarnya dalam audiensi antara Tim KKN Tualang Tual dan Pemerintah Kota Tual.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat, Tim KKN-PPM Tualang Tual 2026 diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat ekosistem pariwisata berbasis digital, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta mendorong Kota Tual menjadi destinasi wisata unggulan yang semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
Penulis: Aldi Firmansyah
Foto: Tim KKN-PPM Tualang Tual UGM





