
MetroTimes (Surabaya) – Tim PPK ORMAWA SIGAP IMERCY FTMM bersama BEM Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga mengenalkan Smart Crab Farming kepada masyarakat Desa Tanjangawan, Kabupaten Gresik. Kegiatan sosialisasi membuka rangkaian program pemberdayaan masyarakat melalui inovasi budidaya kepiting bakau berbasis teknologi.
Selain itu, tim menjelaskan tujuan program, tahapan pelaksanaan, serta manfaat yang akan masyarakat peroleh. Kegiatan tersebut juga membangun komunikasi awal agar masyarakat memahami arah pengembangan program secara menyeluruh.
Program SIGAP menawarkan pendekatan budidaya yang menggabungkan Vertical Crab House, Recirculating Aquaculture System (RAS), Internet of Things (IoT), dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Recirculating Aquaculture System membantu menjaga kualitas air melalui proses penyaringan dan sirkulasi secara berkelanjutan sehingga lingkungan budidaya tetap optimal (Putra et al., 2024). Sementara itu, budidaya kepiting bakau di Desa Tanjangawan masih menghadapi tingkat kelangsungan hidup sekitar 50–65 persen akibat kualitas air yang belum stabil serta risiko penyakit. Oleh karena itu, Program SIGAP hadir sebagai solusi yang mengutamakan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan budidaya.
Selanjutnya, tim mengenalkan pembentukan Kelompok Smart Crab Farming sebagai wadah kolaborasi masyarakat selama pelaksanaan program. Kelompok tersebut memiliki struktur organisasi dan pembagian tugas untuk mendukung pengelolaan program secara mandiri. Di samping itu, masyarakat akan mengikuti pelatihan budidaya, pengelolaan kualitas air, penggunaan Internet of Things, serta manajemen kelompok sesuai jadwal Program SIGAP.
Pemanfaatan Internet of Things memungkinkan pemantauan kualitas air secara real-time sehingga petambak dapat memperoleh informasi dengan cepat dan mengambil keputusan berdasarkan kondisi budidaya (Zuhaer et al., 2026).
Akhirnya, tim berharap masyarakat semakin siap menerima inovasi budidaya kepiting bakau berbasis teknologi. Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kemandirian kelompok pembudidaya.
Informasi mengenai budidaya kepiting bakau berbasis teknologi sistem resirkulasi dan Internet of Things untuk meningkatkan kualitas air dapat masyarakat pelajari melalui berbagai publikasi ilmiah yang membahas penerapan Recirculating Aquaculture System dan Internet of Things pada sektor akuakultur.
Program SIGAP menargetkan terciptanya sistem budidaya yang lebih modern, hemat energi, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan berkelanjutan.
(nald)





