- iklan atas berita -

Metro Times (Kebumen) – Guru besar FH Unnes, Prof. Dr. Martitah mengingatkan pentingnya mengetahui potensi bencana alam yang ada di desa. Dengan begitu, Pemerintah Desa (Pemdes) bisa melakukan berbagai upaya mitigasi bencana.

“Bencana alam baik karena faktor alam maupun karena faktor manusia dapat menyebabkan dampak yang besar, maka masyarakat harus waspada terhadap bencana alam yang mungkin dapat terjadi,” kata Prof. Martitah kepada awak media, Rabu (2/8).

Prof. Martitah menyampaikan pesan tersebut saat terjun bersama tim pengabdian masyarakat (Pengmas) Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (Unnes) di Desa Karang Tanjung, Kecamatan Alian, Kebumen, Sabtu-Senin (22-24/7) lalu.

Untuk mengurangi risiko ketika terjadi bencana, Prof. Martitah juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan alam dalam pembukaan lahan baru, pembangunan sebagai contoh langkah mitigasi.
“Mitigasi ini untuk dapat mengurangi dampak negatif dari terjadinya bencana alam. Langkah mitigasi ini perlu dilaksanakan dengan perencanaan mulai dari pra bencana, pada saat terjadinya bencana, dan setelah terjadinya bencana yang membutuhkan dukungan sumber daya,” jelasnya.

Ia pun menjabarkan, pra bencana dapat dilakukan dengan mengidentifikasi segala bencana yang mungkin akan terjadi, risikonya, dan bagaimana cara menanggulanginya. Selanjutnya, pemberian pemahaman kepada masyarakat apabila terjadi bencana sehingga dapat meminimalisir, bahkan mencegah bencana tersebut terjadi.
“Masyarakat harus mempersiapkan jalur evakuasi, dan dilatih untuk terbiasa dengan istilah-istilah yang ada,” tandasnya.

ads

Dalam upaya mitigasi, lanjutnya, Pemdes harus melakukan banyak tahapan. Ia sebut dari pendataan potensi bencana, pembuatan peta rawan bencana, jalur evakuasi, dan sebagainya.
“Setelah semua siap, desa bisa menyiapkan early warning system (EWS) atau tanda peringatan bahaya. Kalau di desa bisa memanfaatkan kentongan. Jadi ada ketukan khusus untuk masing-masing tanda,” jelasnya.

Kepala Desa (Kades) Karang Tanjung, Achmad Tasil menyampaikan terima kasih kepada tim dari FH Unnes yang telah meluangkan waktu untuk masyarakat. Ia mengaku, Pemdes membutuhkan pemahaman yang baik tentang penanggulangan bencana alam, BUMDes dan Hak Kekayaan Intelektual (Haki).

Dengan demikian, Pemdes dan masyarakat dapat mengetahui apa yang mesti dilakukan dalam mengelola potensi desa. “Kami harap kedepan, mohon ada kelanjutan untuk pendampingannya dan realisasinya,” kata Tasil.

Sebagai informasi, tim Pengmas FH Unnes yang berangkat ke Kecamatan Alian, Kebumen antara lain; Prof. Dr. Martitah, Dr. Ristina Yudanti, SH, MHum, Laga Sugiarto, SH, MH, Alviona Anggita Rante Lembang, dan I Gusti Ayu Pramestia Sukma di Desa Karang Tanjung.

Di desa yang sama, juga ada tim kedua antara lain; Andry Setiawan, SH, MH, Dr. Dewi Sulistianingsih, SH, MH, Dr. Pujiono, SH, MH, Nadi, AMD, Rizqika Farah Isnugraheny, Putri Aliffiah Nur Amelia, Indriyani Yudiawati.

Sedangkan di Desa Tanuharjo tim yang bertugas antara lain; Arif Hidayat, S.HI, MH, Laga Sugiarto, SH, MH, Immanuella Y Vete A Veyori, Elfrida Hediaty, Karina Salsabila Meiralda, Mirza Aqiel Sajida. (af).