
METEO TIMES ( AMBON ) 12 Des – Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) pimpin Jenderal Polri (Purn.) Badrodin Haiti mengadakan public hearing di Universitas Pattimura, Ambon. Didampingi Tim Pokja KPRP, acara itu dihadiri 9 elemen masyarakat, mulai dari raja adat, mahasiswa, sampai pengusaha.
Reformasi 1999 Belum Cukup
Badrodin menjelaskan, reformasi Polri sejak 1999 (pemisahan dari TNI) masih banyak aspek budaya yang tidak sesuai harapan. “Maluku punya ciri khas: kepulauan, sejarah konflik – jadi kita butuh pandangan yang pas,” ujarnya. Presiden akan lakukan reformasi ulang, dan KPRP turun ke daerah untuk ngumpulin masukan.
Aspirasi Beragam, Dari Kuota Akpol Sampai Perlindungan Dokter
Masukan yang diterima meliputi:
– Kuota khusus akpol untuk putra-putra Maluku (karena sering kalah sama anak pejabat polda)
– Perlindungan dokter/perawat yang layani darurat, agar tidak terjadilah kriminalisasi
– Polri lebih “menyentuh” pemuda untuk hindari konflik horizontal
– Reformasi struktur kelembagaan agar Maluku stabil dan menarik investor (ujar Latupati Ambon)
– Hapus tindakan represif dan penculikan aktivis (minta mahasiswa, Adam Rafli Rantan)
Jaminan: Masukan Bukan Cuma Omongan
Badrodin janji, semua aspirasi dari Maluku akan dikumpulkan dengan yang dari Jakarta, kemudian diformat jadi rekomendasi executable (bisa dilakuin) untuk Presiden. “Bukan lagi konsep, tapi langkah konkret yang Polri bisa lakukin langsung,” jelasnya.
Polri Maluku Diberi Perhatian Khusus
Kapolda Maluku juga ikut mendengar. Badrodin tegas: “Kita ingin Polri Maluku jadi contoh utama reformasi di Timur. Netralitas dan afirmatif lokal akan ditindaklanjuti.”




