- iklan atas berita -

 

MetroTimes (Surabaya) – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Timur membuka peluang kolaborasi dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), termasuk mendukung rencana pembentukan Fakultas Ketahanan Pangan di perguruan tinggi tersebut.

Dukungan diarahkan melalui penyediaan tenaga ahli, akses sarana dan prasarana, hingga pendampingan teknis yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan riset dan praktikum mahasiswa.

Rencana tersebut dibahas dalam kunjungan akademis Unesa ke Balai Karantina Jawa Timur di Surabaya, Selasa (27/10).

Pelaksana Tugas Kepala Balai Karantina Jawa Timur Hudiansyah Is Nursal mengatakan, kolaborasi antara Karantina dan perguruan tinggi dapat menjadi ruang untuk mempertemukan kebutuhan akademik dengan pengalaman teknis di lapangan.

ads

“Sinergi antara Balai Karantina Jawa Timur dan Unesa merupakan langkah nyata dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” ujar Hudiansyah di Surabaya.

“Kami berkomitmen memberikan dukungan penuh, baik berupa penyediaan tenaga ahli maupun akses sarana prasarana yang diharapkan mampu menunjang riset dan praktikum mahasiswa,” lanjutnya.

Dalam pertemuan tersebut, Karantina Jawa Timur memaparkan tugas dan fungsi perkarantinaan, khususnya yang berkaitan dengan bidang karantina hewan.

Pembahasan mencakup pengawasan lalu lintas hewan, pencegahan penyebaran penyakit hewan menular, serta aspek yang berkaitan dengan keamanan pangan asal hewan.

Bidang tersebut dinilai memiliki keterkaitan dengan disiplin kedokteran hewan dan pengembangan studi ketahanan pangan yang tengah disiapkan Unesa.

Diskusi kemudian berkembang pada kemungkinan keterlibatan Karantina Jawa Timur dalam kegiatan akademik di kampus.

Kolaborasi yang dibahas antara lain program pengabdian kepada masyarakat, edukasi publik, praktikum mahasiswa, serta pendampingan teknis oleh petugas dan tenaga ahli karantina.

Rencana pembentukan Fakultas Ketahanan Pangan Unesa menjadi salah satu agenda utama dalam pembicaraan.

Karantina Jawa Timur menyatakan siap memberikan dukungan sesuai kewenangan dan sumber daya yang tersedia, terutama dalam kegiatan yang berkaitan dengan perkarantinaan, kesehatan hewan, dan pembelajaran lapangan.

Hudiansyah mengatakan, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan teknis dapat memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai tantangan perlindungan sumber daya hayati dan pengawasan lalu lintas komoditas.

Selain mendukung proses akademik, kolaborasi juga diharapkan dapat membuka ruang penelitian yang relevan dengan kebutuhan di lapangan.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal bagi Karantina Jawa Timur dan Unesa untuk memperluas kerja sama antara institusi pemerintah dan perguruan tinggi.

Melalui kolaborasi tersebut, kedua pihak berharap kegiatan pendidikan, riset, praktikum, serta pengabdian masyarakat dapat berjalan lebih terhubung dengan kebutuhan penguatan ketahanan pangan dan perlindungan sumber daya hayati.

Saya sengaja mengurangi kalimat “menandai awal komitmen bersama” dan “menjadi pijakan kuat” karena terasa terlalu deklaratif. Berita lebih kuat kalau ditutup dengan bentuk kerja sama yang konkret: tenaga ahli, fasilitas, riset, dan praktikum mahasiswa.

(nald)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!