- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo)-Puluhan mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Front Kerakyatan Purworejo, Kamis (4/9) menggelar aksi di depan Kantor Bupati Purworejo. Kehadiran pengunjuk rasa didominasi kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) itu disambut hangat Wakil bupati, Dion Agasi Setiabudi.

Dalam aksi itu massa menyuarakan 17+8 tuntutansional, dari penarikan dan pengembalian personel TNI ke barak, penjatuhan sanksi tegas kepada anggota DPR pelanggar etis hingga peninjauan ulang kebijakan ekonomi dan ketenagakerjaan. Sedangkan untuk wilayah khusus Purworejo massa mendesak pengusutan tuntas kasus dugaan korupsi dalam proyek pembangunan Mini Zoo, peningkatan kualitas kinerja seluruh jajaran eksekutif dan legislatif. Dalam tuntutanya massa juga menagih janji bupati Yuli Hastuti.

Massa tiba di depan depan kantor Bupati sekitar pukul 15:30 WIB yang sebelumnya mereka melakukan long match dari Kampus Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR). Tiba di depan kantor sekretariat daerah satu persatu-satu perwakilan dari demonstrasi berorasi dengan memaparkan berbagai pesan dan keresahan dari kejadian yang dialami masyarakat termasuk sembilan orang yang menjadi martir dalam aksi di sejumlah wilayah Indonesia sejak 25 Agustus lalu.

Dalam aksi yang berlangsung beberapa jam di sisi selatan Alun-alun Purworejo itu beberapa orang sempat diamankan karena membuat coretan di badan jalan yang di nilai dapat memprovokasi warga. Mereka dibawa ke Kantor Satlantas beberapa saat, lalu dilepaskan untuk kembali bergabung dengan rombongan pengunjuk rasa.

Membuka sambutanya, Wakil Bupati Dion Agasi menyampaikan turut berbelasungkawa atas meninggal 9 orang korban dalam aksi sejak 25 Agustus lalu. Kader PDI Perjuangan ini memahami keresahan rakyat serta turut prihatin atas apa yang menimpa negeri saat ini.

ads

Menurutnya Pemkab Purworejo sepakat dan siap untuk berbenah, termasuk terhadap isu-isu Purworejo yang disampaikan dalam aksi sore tadi.

“Sore ini kami siap mendengar keresahan mahasiswa. Lalu keresahan di Purworejo terkait pembangunan Mini Zoo ini menjadi keprihatinan bersama dan saya sepakat harus di usut tuntas. Kasus ini sudah sampai di Kejaksaan dalam proses penyidikan,” ucap Dion.6

Dion pun menegaskan, kedepan akan memprioritaskan penggunaan anggaran pada kegiatan-kegiatan esensial, seperti pembangunan jalan dan jembatan rusak serta mendorong kesejahteraan masyarakat. Pemkab Purworejo akan menghentikan pembangunan yang sifatnya mercusuar .

Ia juga meminta mahasiswa dan masyarakat terus mengawal kinerja Pemkab Purworejo hingga pemerintah pusat dan melakukan koreksi jika melakukan kesalahan.

“Kita perlu pengawasan sebagai kontrol agar tidak semena-mena. Bila salah tolong ditegur dan saya sampaikan bila Pemkab punya salah kami siap dihukum. Saya mendukung aksi damai seperti ini, yakin mahasiswa ini semua adalah warga yang sangat cinta Indonesia dan cinta Purworejo,” ujarnya lagi.

Hadir mendampingi Wakil Bupati sore itu, Kapolres Purworejo, Danyon 1412, Ketua DPRD bersama sejumlah anggota dewan dan tiba Belakangan Kepala Kejaksaan Negeri Purworejo, Hasnadirah, SH,MH.

Terkait dugaan korupsi Mini Zoo, Kajari Purworejo memaparkan bahwa saat ini penanganan kasus tersebut tengah berlangsung. Bahwa kasus ini sudah dalam tahap penyidikan.

“Untuk mengungkap kasus korupsi itu perlu waktu karena ada beberapa tahapan serta stakeholders terkait yang harus dilibatkan. Seperti untuk menentukan kerugian negera kita butuh audit, dan lain sebagainya,” katanya.

Ia memastikan penanganan kasus tersebut tidak sedang jalan ditempat. Semua berproses sesuai tahapan dan mekanisme.

Sejak awal hingga akhir, terpantau aksi berlangsung adem meski sempat ada aksi corat-coret jalan. Massa dan wakil bupati bersama unsur Forkopimda duduk bareng berdiskusi terkait tuntutan yang disampaikan sore itu. Menjelang akhir sesi, wakil bupati turut membubuhkan tanda tangan pada berkas berisi tuntutan itu.(tyb)