
MetroTimes (Surabaya) – Universitas Widya Kartika (UWIKA) Surabaya terus memperluas jejaring kerja sama internasional dengan perguruan tinggi dan institusi pendidikan dari Tiongkok. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kolaborasi pendidikan, membuka peluang kemitraan lintas negara, serta membangun sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah mitra di Surabaya.
Rektor Universitas Widya Kartika Surabaya, Ong Peter Leonardo, B.A., M.Ed., menyampaikan bahwa sejumlah institusi pendidikan dan penerbit dari Tiongkok secara khusus berkunjung ke UWIKA untuk menjajaki dan memperkuat kerja sama di bidang pendidikan.
Di antara institusi yang melakukan kunjungan tersebut adalah Shanghai Normal University bersama East China Normal University Publishing, serta Xiamen International Book dari Xiamen, Tiongkok.
Menurut Ong Peter Leonardo, kunjungan ini menjadi momentum penting bagi UWIKA untuk mengembangkan kolaborasi pendidikan yang lebih luas, khususnya dengan institusi pendidikan di Shanghai dan Xiamen.
“Shanghai Normal University bersama East China Normal University Publishing secara khusus datang ke Surabaya untuk mengunjungi Widya Kartika. Kemudian, Xiamen International Book dari Xiamen juga datang dan mengunjungi UWIKA. Intinya, kami akan berkolaborasi dengan mereka untuk memperkuat kerja sama pendidikan hingga ke Shanghai dan Xiamen,” ujarnya.
Ia menjelaskan, upaya membangun kerja sama internasional tersebut tidak hanya berfokus pada hubungan antarkampus, tetapi juga diarahkan untuk memperluas keterlibatan sekolah-sekolah mitra UWIKA. Dengan demikian, kolaborasi yang dibangun diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi ekosistem pendidikan di Surabaya.
Kunjungi Nation Star Academy dan Sekolah Cheng Hoo
Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan, UWIKA turut mengajak para delegasi dari Tiongkok untuk melihat secara langsung lingkungan pendidikan di sekolah mitranya, yakni Nation Star Academy dan Sekolah Cheng Hoo.
Kunjungan ke Nation Star Academy disambut dengan meriah. Agenda ini menjadi kesempatan bagi para tamu untuk mengenal lebih dekat praktik pendidikan di Surabaya sekaligus membuka ruang komunikasi untuk menjajaki peluang kolaborasi pada masa mendatang.
Rombongan juga mengunjungi Sekolah Cheng Hoo, institusi pendidikan yang memiliki latar belakang sejarah tersendiri serta menerapkan pembelajaran empat bahasa. Karakteristik tersebut menjadi salah satu hal menarik dalam kunjungan, terutama dalam konteks pengembangan pendidikan multibahasa dan penguatan wawasan lintas budaya.
Ong Peter Leonardo menilai, keterlibatan sekolah mitra merupakan bagian penting dari strategi UWIKA dalam memperluas dampak kerja sama internasional. Melalui pertemuan langsung, institusi pendidikan dari Tiongkok dapat mengenal potensi sekolah-sekolah di Surabaya, sementara sekolah mitra memperoleh kesempatan untuk membangun komunikasi dan menjajaki bentuk kolaborasi yang relevan.
“Kami berharap bisa menggandeng sekolah-sekolah lainnya untuk berkolaborasi dengan Widya Kartika dan kampus-kampus di Tiongkok,” katanya.
Perluas Kolaborasi Pendidikan Internasional
Pengembangan jejaring pendidikan internasional ini sejalan dengan upaya UWIKA untuk memperkuat hubungan antara perguruan tinggi, sekolah, dan institusi pendidikan di luar negeri. Kerja sama lintas negara diharapkan tidak berhenti pada kunjungan kelembagaan, tetapi dapat berkembang menjadi program kolaboratif yang berkelanjutan.
Peluang tersebut dapat mencakup pengembangan program pendidikan, pertukaran wawasan akademik, penguatan kompetensi bahasa, serta kegiatan yang mempertemukan komunitas pendidikan Indonesia dan Tiongkok. Bentuk dan pelaksanaan program selanjutnya akan bergantung pada kesepakatan antarinstitusi yang terlibat.
Bagi UWIKA, keterhubungan antara kampus dan sekolah menjadi langkah strategis untuk membangun ekosistem pendidikan yang terbuka terhadap perkembangan global. Kolaborasi tersebut juga berpotensi memperluas kesempatan bagi peserta didik dan tenaga pendidik untuk mengenal budaya, bahasa, serta sistem pendidikan dari negara lain.
Ong Peter Leonardo menegaskan bahwa UWIKA masih membuka peluang untuk menggandeng sekolah-sekolah lain dalam pengembangan kerja sama serupa. Ia memberi isyarat bahwa inisiatif kolaborasi berikutnya akan terus dikembangkan.
Melalui penjajakan kerja sama dengan institusi dari Shanghai dan Xiamen, serta kunjungan ke sekolah-sekolah mitra di Surabaya, UWIKA berharap dapat memperkuat posisinya sebagai penghubung kolaborasi pendidikan Indonesia–Tiongkok sekaligus memperluas kesempatan kerja sama yang memberikan manfaat bagi dunia pendidikan.
(nald)











