- iklan atas berita -

 

 

MetroTimes (Magelang) Sepasang suami isteri yaitu Suroso dan Handun dikagetkan dengan anaknya yaitu Rozikun (27) yang bunuh diri dengan cara gantung diri di blandar dapur di dalam rumahnya, pada Minggu malam (26/8) pukul 22.30 wib yang beralamat di Dusun Pranan Rt 02 Rw 04 Desa Kedungsari Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang.

Suroso dan Handun mengatakan, saat itu dirinya sedang melaksanakan sholat Maghrib dan Isya di Musholla, dan anaknya berada di rumah sendirian. Sepulang dari Musholla, Suroso dan Handun melihat lampu rumah sudah menyala semua dan masuk rumah mencari korban, namun di kamarnya tidak ada, selanjutnya mencari dan menuju ke kamar kecil, dan di kamar kecil itu melihat anaknya sudah dalam posisi tergantung di blandar dapur menggunakan dua buah sarung yang telah diikat menjadi satu.

“MasyaAllah, saya kaget melihat anak saya sudah terbujur kaku dengan tergantung di blandar dapur dengan menggunakan sarung” terang Suroso sambil mengusap air mata.

ads

Ketika melihat anaknya yang sudah terbujur kaku tergantung di blandar dapur, sontak Suroso dan Handun teriak minta tolong, hingga para tetangga mendengar dan masuk ke rumahnya dengan perasaan was-was.

Kodim (47), Maslikun (47) dan Hanafi (58) yang tidak lain tetangga korban langsung masuk ke rumah Suroso, dan juga kaget melihat Rozikun yang sudah dalam kondisi tergantung tidak bernyawa. Dan kemudian melaporkan kejadian itu ke Ketua Rt kemudian diteruskan melapor ke Polsek Bandongan Polres Magelang Kota.

“Saya melihat Rozikun sudah dalam menggantung dengan lidahnya menjulur, dan air liur menetes. Dan kemudian kami menurunkan jenazah Rozikun” terang saksi mata, Hanafi.

Polsek Bandongan begitu mendapat laporan dari warga langsung menuju ke lokasi tempat bunuh diri dan juga melapor kembali ke Polres Magelang Kota, dan tim identifikasi dari Polres Magelang Kota yang turun ke lapangan menerangkan kalau dalam korban Rozikun tidak ditemukan adanya bekas luka akibat kekerasan, namun jenazah Rozikun lidah menjulur keluar, dan mengeluarkan mani.

Setelah orang tua korban tahu kalau anaknya tidak ditemukan adanya bekas luka, pihak keluarga menyatakan telah menerima dengan ikhlas kematian anaknya yang dituangkan dalam surat pernyataan yang disaksikan oleh Kepala Desa, tokoh masyarakat dan keluarga, dihadapan petugas Polsek Bandongan Polres Magelang Kota. (Arif)