- iklan atas berita -

Metro Times (Purworejo) – Menjalani pengobatan jangka panjang butuh kekuatan, kesabaran, dan dukungan besar. Hal ini dirasakan Endah Supriyani (46), warga Pejagran, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, yang berjuang melawan gagal ginjal.

Delapan bulan terakhir, Endah menjalani hemodialisis atau cuci darah dua kali seminggu di RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo. Baginya, proses ini bukan sekadar pengobatan, tapi perjuangan mempertahankan kualitas hidup.

Di tengah rutinitas itu, Endah bersyukur sudah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya ditanggung Pemkab Purworejo. Perlindungan ini membuatnya tenang mengakses layanan tanpa khawatir biaya.

“Sudah delapan bulan saya menjalani hemodialisis dua kali seminggu. Biaya pengobatan seperti ini sangat besar jika harus ditanggung sendiri,” ujar Endah, Jumat (23/5/2026).

Awalnya, ia khawatir harus menjalani cuci darah rutin. Selain beradaptasi dengan kondisi kesehatan, ia memikirkan besarnya biaya pengobatan jangka panjang. Namun rasa cemas berkurang setelah mendapat perlindungan JKN.

ads

“Saya bersyukur terdaftar sebagai peserta PBI yang iurannya ditanggung Pemkab Purworejo. Bantuan ini sangat membantu meringankan beban saya selama pengobatan di RSUD dr. Tjitrowardojo. Terima kasih karena saya tetap bisa mendapat pelayanan kesehatan yang dibutuhkan,” katanya.

Rasa syukur juga dirasakan ibunda Endah, Eny Styowati. Sebagai orang tua, ia sedih melihat perjuangan anaknya. Namun ia lega karena ada dukungan pemerintah melalui bantuan iuran JKN.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemkab Purworejo yang telah membantu melalui Program JKN. Dengan bantuan ini, anak saya tetap bisa mendapat pelayanan kesehatan tanpa terkendala biaya,” tutur Eny.

Bagi Eny, bantuan ini bukan hanya dukungan finansial, tapi juga memberi harapan dan ketenangan bagi keluarga dalam mendampingi Endah berobat.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen Dina Diana Permata mengatakan Program JKN hadir memastikan seluruh masyarakat, termasuk prasejahtera, mendapat akses layanan kesehatan layak dan berkelanjutan.

Dukungan Pemda melalui bantuan iuran bagi peserta PBI adalah bentuk nyata hadirnya negara melindungi kesehatan masyarakat yang membutuhkan.

“Melalui bantuan iuran dari pemerintah daerah, masyarakat prasejahtera tetap bisa memperoleh akses layanan kesehatan layak dan berkelanjutan. Kesehatan adalah hak setiap warga yang perlu dijaga dan dipastikan aksesnya,” jelas Dina.

Dina berharap JKN terus memberi manfaat luas dan menjadi pelindung saat kebutuhan kesehatan datang tiba-tiba. Kisah Endah menunjukkan jaminan kesehatan bukan hanya membantu pembiayaan, tapi juga menghadirkan ketenangan dan harapan bagi peserta dalam menjalani pengobatan.(dnl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!